HUT NAGAN RAYA

Truk Bermuatan Kelapa Angkut 49,840 Kg Sabu, BNN Bekuk 4 Tersangka Jaringan Aceh-Medan

oleh -161 views
INTEROGASI: Deputi Pemberantasan Narkotika BNN Pusat Irjen Pol Arman Depari didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial SH saat menginterogasi tiga tersangka. (Mangampu Sormin)

POSMETROMEDAN.COM – BNN Pusat bersama BNNP Sumut membekuk 4 tersangka jaringan narkotika Aceh-Medan, seorang diantaranya narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang, Sumatera Selatan dan berperan sebagai pengendali.

Dari tangan para tersangka dengan inisial Mun alias Ipon, M alias Yusuf alias Bamat, Suh (napi) dan Is turut disita barang bukti 47 bungkus plastik teh merek China warna hijau berisi sabu seberat 49,840 Kg.

Deputi Pemberantasan Narkotika BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial SH dalam keterangan persnya di Kantor BNNP, Senin (17/8/2020) sore mengatakan pengungkapan narkotika itu berawal adanya informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Medan dan sekitarnya. Dengan adanya informasi tersebut, petugas BNN Pusat dan BNNP Sumut melakukan penyelidikan.

BACA JUGA..  Dirut PTPN II Meninggal karena Terinfeksi Covid-19

“Kamis (13/8/2020) sore petugas BNN menyetop truk Mitsubishi Fuso 6×4 HD dengan nomor polisi BL 8853 KU yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi dari masyarakat ketika melintas di Jalan Dusun 19 Pasar Empat Germenia, Desa Klambir V, Kec. Hamparan Perak, Deliserdang dan memuat buah kelapa,” ujarnya.

Petugas sambungnya, langsung mengamankan sopir truk, Mun alias Ipon dan kerneknya, M alias Yusuf alias Bamat. Selanjutnya petugas mengeluarkan seluruh muatan buah kelapa sebanyak 31 ton. Dari sisi kanan kiri truk ditemukan 47 bungkus plastik teh merek China warna hijau berisi sabu seberat 49,840 Kg.

BACA JUGA..  Sadarkan Bahaya Corona, Polsek Medan Timur Hadirkan Peti Mati Covid-19 di Terminal Sambu

“Dari hasil interogasi terhadap sopir dan kernek itu, yang memerintah mereka untuk membawa sabu dari Aceh menuju Jakarta adalah Is warga asal Aceh dan Suh yang merupakan narapidana di Rutan Kelas 1 Palembang, Sumatera Selatan yang berperan sebagai pengendali narkotika,” katanya sembari menambahkan kedua tersangka berikut barang bukti diboyong ke Kantor BNNP Sumut.

UNGKAP SABU : BNN Pusat mengungkap jaringan narkoba asal Aceh, yang diangkut menggunakan truk bermuatan kelapa di Medan. (Mangampu Sormin)

Lanjut Arman, petugas BNN kemudian dibagi menjadi 2 tim untuk melakukan pengembangan mencari keberadaan 2 tersangka lagi. Akhirnya Is berhasil dibekuk dari Kampung Sukarejo Dusun Nelayan, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh, dan Suh dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang.

“Dari hasil interogasi terhadap Suh, narkotika tersebut merupakan milik ES (DPO) warga asal Aceh. Suh kemudian kita bawa ke Kantor BNN Pusat di Jakarta untuk pemeriksaan. Sementara tersangka Is diboyong ke Kantor BNNP Sumut untuk diperiksa,” terangnya.

BACA JUGA..  Jambret Tewas Usai Tabrak Tembok, Tahankan...

Masih katanya, dari hasil pemeriksaan sopir truk mengaku diupah Rp 30 juta oleh para bandar narkoba jika sudah berhasil mrngantarkan sabu tersebut. Sedangkan kernek mengaku jika ia digaji tiap bulan saja sesuai gaji kernek truk.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Junto Pasal 132 Ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Junto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan maksimal hukuman mati,” pungkasnya. (sor/ras)