POSMETRO MEDAN – Misteri hilangnya seorang pria di Dusun Payalulu, Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, berakhir tragis. Jusup Martua Sipakkar (55) ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah gubuk ladang jeruk, Selasa (18/8/2026) pagi.
Warga setempat itu sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Minggu (16/8/2026). Telepon selulernya tidak aktif, sementara pesan WhatsApp yang dikirimkan kepadanya tak kunjung mendapat balasan.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, informasi keberadaan Jusup diterima pihak kepolisian dari Sekretaris Nagori Purba Dolok, Rap Sondang Purba, pada Selasa pagi.
Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Purba yang dipimpin Kapolsek IPTU B Silalahi langsung bergerak menuju sebuah gubuk di ladang jeruk milik Nerliana Haloho, Dusun Payalulu.
Jusup pertama kali ditemukan oleh Sarmulia Sitio yang diminta pemilik ladang untuk mengecek keberadaannya.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Sarmulia tiba di lokasi. Ia mendapati pintu gubuk dalam kondisi tertutup dari dalam. Setelah pintu dibuka dengan cara mengait engsel, Sarmulia sontak mendapati Jusup telah meninggal dunia.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan awal Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda pergumulan ataupun kekerasan, baik pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi.
Keterangan sejumlah saksi juga menyebutkan Jusup tidak diketahui memiliki persoalan dengan orang lain. Namun, korban disebut kerap mengeluhkan sakit pada bagian perut.
Salah seorang pemilik warung di sekitar lokasi mengaku sempat melihat Jusup pada Jumat malam (14/8/2026). Saat itu, Jusup datang ke warung untuk minum dan mengonsumsi obat karena sedang sakit.
“Keluarga telah membuat pernyataan tertulis bahwa kematian Jusup disebabkan sakit yang dideritanya dan meminta agar tidak dilakukan autopsi,” ujar Verry, Selasa malam.
Atas permintaan keluarga, jenazah Jusup kemudian dibawa ke Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, untuk dimakamkan.
Hingga proses evakuasi dilakukan, polisi tidak menemukan indikasi awal adanya tindak kekerasan dalam kematian pria tersebut.
Editor: Oki Budiman












