Kapal Tiongkok Disergap Tim Gabungan, di Dalamnya Ada Mayat WNI Asal Lampung

oleh

POSMETROMEDAN.COM-Dua kapal ikan berbendera Tiongkok, ditangkap tim gabungan TNI-Polri dari Lantamal IV Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau.

Dua kapal tersebut masing-masung, Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Kapal Lu Huang Yuan Yu 117.

Penangkapan terhadap dua kapal asing tersebut, dilakukan di perairan perbatasan Indonesia dengan Singapura.

Penangkapan dilakukan, terkait informasi adanya anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang tewas akibat dianiaya.

BACA JUGA..  Harga BBM Naik

Di dalam Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, ditemukan jasad korban yang tersimpan di dalam ruangan pendingin atau freezer.

Jasad yang diketahui bernama Hasan Afriadi, warga Lampung, masih dalam keadaan utuh dan mengenakan pakain serta ditutupi selimut.

Tim gabungan yang mendapati jenazah tersebut, langsung melakukan evakuasi dari dalam kapal.

Lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan proses visum.

Kapolda Kepri Irjen Polisi Aris Budiman mengatakan, hasil penyidikan sementara korban diduga tewas akibat penyiksaan.

BACA JUGA..  Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Dunia Pers Berduka

Lantaran banyak ditemukan bekas siksaan di bagian tubuh. Dugaan juga, ABK tersebut adalah korban perdagangan manusia, karena dokumen diduga palsu.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara maraton kepada para ABK dari kedua kapal ikan berbendera China tersebut.

Sementara itu, Danlantamal IV Laksamanan Pertama Indarto Budiarto mengatakan, awalnya TNI mendapat informasi dari keluarga korban.

Berdasarkan info tersebut, maka dilakukan pengejaran terhadap kedua kapal tersebut.

BACA JUGA..  Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Dunia Pers Berduka

Kedua kapal China tersebut, melintasi Pulau Nipah, dan di sana langsung dilakukan penyekatan.

Beruntung, kedua kapal berhasil diamankan. Disaat pemeriksaan itulah, pihaknya menemukan jasad korban yang disimpan di freezer.

Di kapal tersebut, pihaknya juga mengamankan 21 orang ABK asal Indonesia, dan 18 orang asal Filipina.

Kedua kapal tersebut kini masih berada di Dermaga Lanal Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk pemeriksaan.(red)