POSMETROMEDAN.COM – Sudah 8 bulan berlalu, kasus pembunuhan Kepala Desa Ketangkuhen, Reli Kemit (37) masih menjadi tanda tanya besar karena belum terungkap. Susahnya mengungkap kasus ini menjadi pertanyaan besar bagi keluarga.
Padahal korban ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah seorang pendeta, Gayus Bangun di Komplek Eka Surya Taman Permata Surya Blok E Kedai Durian, Kecamatan Delitua dan hanya ada pembantu saat itu di dalam rumah, keluh abang korban, Padan Kemit kepada wartawan, Selasa (7/7) saat memberi keterangan.
“Kenapa petugas kepolisian begitu sulit mengungkap kasus ini, padahal hanya beberapa orang yang ada di sekitar lokasi tewasnya adik saya,” ujarnya sedih. Dirinya mengaku sedih melihat kondisi adiknya meninggal dengan penuh luka tusukan di dada, perut dan leher di kamar mandi rumah tersebut pada Minggu (10/11/2019) sekira pukul 10.00 WIB.
Disebutkan pensiunan Pegawai Negeri Sipil itu, sebelum pandemi Covid-19 melanda Kota Medan ini, sekira bulan Maret lalu, pihak keluarga sudah mempertanyakan perkembangan kasus Reli Kemit ke Polrestabes Medan. Namun pihak Kepolisian belum ada merespon pertanyaan mereka.
Bahkan terkesan pihak Kepolisian hanya mendiamkan kasus ini dan membiarkan para pelaku berkeliaran. Seharusnya, Polisi bisa mengambil keterangan sejumlah saksi, termasuk pembantu dan pemilik rumah lebih intensif. “Korban meninggal di dalam rumah itu dan hanya ada pembantu di sana, sementara pemilik rumah berada di luar,” ujarnya.
“Setidaknya perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan itu bisa diketahui keluarga, biar ada ketenangan dan kepercayaan kami terhadap kinerja Kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu, pengacara keluarga A Robianto Sembiring SH didampingi K Sembiring menyebutkan, saat menggunjungi Polrestabes Medan, penyidik sudah jelas mengatakan bahwa kasus itu merupakan pembunuhan, bukan bunuh diri. Karena berdasarkan hasil otopsi disebutkan, 2 titik vital di tubuh korban tertusuk pisau. Dimana, kalau 1 titik saja kena tusuk, tidak mungkin korban mampu menariknya dan menancapkannya di titik vital lainnya dengan kedalaman seperti itu. “Artinya, kesimpulannya, korban dibunuh, bukan bunuh diri,” ujarnya.
Sementara itu Kapolrestabes Medan saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasat Reskrim via telepon dan WA, sampai saat ini belum menjawab. (bhd/red)












