SIANTAR | MU – Pemko Siantar menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,4miliar lebih, hanya untuk merehab kantor Lurah Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat. Padahal, ada 8 kantor lurah yang masih beratatus kontrak. Usut punya usut, ternyata…!
“Di samping kantor lurah itu, rumah bapaknya wali kota. Apa gak tahu abang,” celetuk warga sekitar, menjawab rasa penasaran mengapa kantor Lurah Bantan harus dipoles semegah itu.
Masih menurut warga sekitar yang ditemui tak jauh dari kantor lurah, Sabtu (8/12/2018) sore, Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor bahkan sempat menetap lama di rumah tersebut bersama kedua orangtuanya.
Dari amatan di lapangan, konstruksi bangunan kantor lurah tampak begitu modern. Bergaya minimalis dan bertingkat dua. “Tapi menang gaya ajanya itu (kantor lurah) Bang. Kek ilang perasaan awak nengoknya,” gerutu Atik, warga yang menetap tak jauh dari kantor lurah tersebut.
Menurut janda anak empat ini, dirinya kecewa melihat kantor lurah yang megah namun tak menggambarkan keadilan bagi rakyat sekitar. Pasalnya, bukan saja keluarga kecilnya, ayah dan ibunya yang renta, tak pernah menerima Rasta (beras sejahtera) dari pihak kelurahan.
“Udah berulangkali awak lapor bang. Tapi dah dua tahun nunggu, kami tetap saja gak dapat jatah rasta,” kesalnya sambil membandingkan, penerima rasta dekat lingkungannya, rata-rata memiliki tingkat ekonomi lebih baik darinya.
Sementara itu kantor lurah sementara yang harus pindah tak jauh dari kantor lurah yang masih tahap pembangunan, terlihat tutup.
Informasi dihimpun, setidaknya terdapat 8 kantor kelurahan yang masih mengontrak. Di antaranya, Kantor Lurah Bah Sorma, Tanjung Pinggir, Naga Pita, Naga Pitu, Suka Makmur, Kelurahan Tong Marimbun, Kelurahan Marihat, dan Kelurahan Naga Huta Timur.
Tak hanya itu, malah kantor camat pun masih ada yang mengontrak. Yakni, kantor Camat Kecamatan Sitalasari. (Ung)












