POSMETRO MEDAN – Setelah tiga hari dicari pasca hanyut di sungai Bah Sosopon, Hidayah Sitanggang (8) akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah bocah asal Beringin, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun, tersebut ditemukan di bawah jembatan Sigagak Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.
Jasad didapati tersangkut di antara bebatuan dan batang kayu besar, Rabu (19/8/2026) siang.
Informasi diperoleh, Suarman merupakan orang pertama yang melihat jasad bocah tersebut.
Warga setempat itu mengaku melihat bagian kepala mengapung terbawa arus, sebelum tubuh Hidayah kemudian tersangkut di bebatuan dan kayu.
“Awalnya kelihatan kepalanya dulu mengapung, baru tak lama badannya kelihatan ikut terdorong arus sebelum akhirnya tersangkut di batu dan kayu besar itu,” ungkap Suarman di lokasi kejadian.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada tim gabungan yang sedang melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Petugas kemudian mengevakuasi jasad Hidayah.
Kepala BPBD Pematangsiantar Dedy Idris Harahap mengatakan, laporan penemuan diterima sekitar pukul 11.40 WIB.
“Sekitar pukul 11.40 WIB kita terima laporan warga dan tim langsung bergerak. Jenazah korban yang sudah kita cari selama tiga hari ini berhasil dievakuasi dan saat ini sudah dibawa ke RSUD Djasamen Saragih,” jelas Dedy.
Sebelumnya, Hidayah dilaporkan hanyut di Sungai Bah Sosopon pada Senin (17/8/2026) sore.
Saat itu, ia bersama ayahnya mencari daun pisang di sekitar aliran sungai setelah hujan mengguyur kawasan tersebut. Hidayah kemudian tergelincir dan hanyut terbawa arus sungai.
BPBD Pematangsiantar menerima laporan sekitar dua jam setelah kejadian, lalu mengerahkan sekitar 20 personel untuk melakukan pencarian.
Pada malam pertama, penyisiran dilakukan hingga sekitar 150 meter dari titik Hidayah diduga tergelincir, namun belum membuahkan hasil.
Dedy menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian selama tiga hari tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat, pihak kepolisian, para relawan, serta khususnya Tim Basarnas dari Parapat yang tanpa lelah terus melakukan penyisiran hingga korban ditemukan,” pungkasnya. (*)












