POSMETRO MEDAN – Komitmen pihak sekolah dalam menegakkan disiplin dan tata tertib kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada SD Negeri 175822 Matio, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, setelah tim media menemukan sejumlah peserta didik mengikuti kegiatan sekolah tanpa mengenakan atribut seragam yang semestinya.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan pembinaan yang dilakukan pihak sekolah terhadap peserta didiknya. Padahal, penggunaan atribut sekolah merupakan bagian dari pembentukan disiplin, identitas, serta kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku di lingkungan pendidikan.
Atas temuan itu, wartawan Posmetro Medan telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala SD Negeri 175822 Matio, Junifer Simanjuntak. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi atas konfirmasi yang telah disampaikan.
Sikap tidak memberikan respons tersebut justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebagai pimpinan lembaga pendidikan, kepala sekolah diharapkan bersikap terbuka terhadap kritik dan bersedia memberikan penjelasan atas setiap persoalan yang menjadi perhatian publik.
Masyarakat menilai bahwa pembiaran terhadap peserta didik yang tidak mengenakan atribut sekolah dapat mencerminkan lemahnya pengawasan serta pembinaan disiplin di lingkungan sekolah. Apabila kondisi tersebut terus terjadi tanpa evaluasi, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya budaya disiplin di kalangan siswa.
Dinas Pendidikan Kabupaten Toba diharapkan segera melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan sekolah tersebut apabila memang ditemukan adanya pelanggaran terhadap tata tertib maupun standar pembinaan peserta didik. Pengawasan dari instansi terkait dinilai penting agar kualitas pendidikan dan kedisiplinan siswa tetap terjaga.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak SD Negeri 175822 Matio belum memberikan hak jawab atau penjelasan resmi.(DM)
EDITOR : Putra












