Video Viral Berujung Penangkapan, BNNP Sumut Ringkus Pengedar Sabu

oleh
Pria berinisial MW alias W. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Gerak Cepat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara membuahkan hasil. Seorang pria berinisial MW alias W ditangkap setelah diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu di Dusun III, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (27/6/2026).

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas video yang viral di media sosial, diunggah oleh seorang ustazah yang menyuarakan keresahan masyarakat terhadap dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi yang berkembang di media sosial.

“Informasi dari masyarakat yang kemudian viral langsung kami tindak lanjuti. Hasilnya, tersangka MW berhasil kami amankan bersama enam paket sabu dengan berat bruto 46,9 gram,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Tersangka diamankan di area belakang vihara yang berada di Dusun III, Desa Rantau Panjang. Selain menyita barang bukti sabu, petugas kini masih mendalami jaringan yang memasok narkotika kepada pelaku.

BACA JUGA..  Residivis Narkoba 'Gol' Lagi, 12 Paket Sabu Diamankan

BNNP Sumut menegaskan penangkapan ini menjadi bukti bahwa setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius. Aparat juga memastikan pengembangan kasus terus dilakukan guna membongkar jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasoknya. Kami mengajak masyarakat agar tidak takut melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba. Setiap informasi sangat berarti dalam upaya pemberantasan narkotika,” tegas Tatar.

BACA JUGA..  Memiliki Nilai Ekonomi, Andreas Pandapotan Purba Ajak Warga Kelola Sampah

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum merupakan kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang mengancam generasi muda di Sumatera Utara.

Editor: Oki Budiman