Diduga Dipicu Rivalitas Geng Motor, Tawuran Terjadi di Medan Helvetia

oleh
Aksi tawuran dua kelompok geng motor. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Aksi tawuran yang diduga melibatkan kelompok geng motor kembali terjadi di Jalan Nusa Indah Raya, kawasan Medan Helvetia, tepatnya di depan bangunan bioskop lama, Selasa (16/6).

Peristiwa yang berulang ini kembali memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan dan pencegahan terhadap aktivitas kelompok remaja yang kerap meresahkan masyarakat.

Warga sekitar mengaku kejadian serupa bukan lagi hal baru. Bentrokan antarkelompok disebut telah beberapa kali terjadi di lokasi yang sama, membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran akan kemungkinan munculnya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.

BACA JUGA..  ASUS Tegaskan Mengapa ExpertBook Ultra sebagai the Flagship of the Industry. Period

“Sudah sering terjadi perang-perang di sini. Kami tidak tahu mereka dari kelompok mana. Kami berharap polisi lebih rutin melakukan patroli karena warga takut kejadian seperti ini terus berulang,” ujar seorang warga setempat.

Rabu 17 Juni 2026, Kapolsek Helvetia, Nelson JP Sipahutar, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, tidak ada korban maupun kerusakan karena petugas segera bergerak ke lokasi sehingga para pelaku langsung membubarkan diri.

Meski demikian, fakta bahwa para pelaku kembali dapat melarikan diri sebelum diamankan menimbulkan sorotan tersendiri. Warga menilai kehadiran aparat saat kejadian memang berhasil mencegah eskalasi, namun belum menyentuh akar persoalan yang menyebabkan tawuran terus berulang.

BACA JUGA..  2 Wanita Pencuri Berkeliaran di Tembung

Berdasarkan informasi kepolisian, bentrokan diduga melibatkan kelompok geng motor dari kawasan Karya VII Sunggal yang mendatangi sekelompok remaja di Jalan Sakura, Helvetia. Dugaan ini mengindikasikan adanya konflik antarkelompok yang telah berlangsung sebelumnya dan berpotensi kembali memicu aksi serupa jika tidak ditangani secara komprehensif.

Polisi mengingatkan bahwa pelaku tawuran dapat dijerat dengan ketentuan pidana terkait kekerasan secara bersama-sama dan penganiayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman pidana menjadi konsekuensi serius bagi para pelaku yang terlibat.

BACA JUGA..  Rumah Kosong Jadi Target, Warga Tangkap Pencuri Pagar

Di sisi lain, peristiwa ini menjadi alarm bagi seluruh pihak. Pengawasan keluarga, peran sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah setempat dinilai penting untuk mencegah remaja terjerumus dalam aktivitas geng motor dan kekerasan jalanan.

Selama aksi tawuran masih berulang tanpa adanya penindakan yang mampu memberikan efek jera, rasa aman masyarakat akan terus terganggu. Warga kini berharap aparat tidak hanya hadir saat bentrokan terjadi, tetapi juga memperkuat patroli dan langkah pencegahan agar kawasan Helvetia terbebas dari ancaman tawuran yang berulang.

Editor: Oki Budiman