POSMETRO MEDAN – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2025 bernilai miliyaran di Aceh Tenggara (Agara) diduga bermasalah. Polda Aceh diminta turun tangan dan menyelidiki kerugian negara di proyek tersebut.
Hal itu disampaikan oleh warga
Kabupaten Aceh Tenggara, kepada Posmetromedan Sabtu (23/5).
“Proyek P3-TGAI di Kabupaten Aceh Tenggara diduga sarat masalah mulai dari dugaan lobi – lobi dilapangan dan fisik pekerjaannya serta ditemukan dilapangan Pekerjaan seharusnya dilaksanakan secara langsung oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau GP3A setempat, bukan diborongkan kepada pihak ketiga.
Kelompok tani hanya digunakan alat untuk melengkapi administrasi, sudah semestinya layak dilidik Polda Aceh untuk turun ke Aceh Tenggara untuk audit investigasi,” sebut warga kepada posmetromedan.
Dana proyek tahun Anggaran 2025 itu bersumber dari APBN atau Pokir anggota DPR RI, diduga sarat masalah sesuai dengan fakta di lapangan.
Dijelaskan, proyek P3-TGAI pada tahun 2025 di Aceh Tenggara yang menghabiskan anggaran milyaran.
“Dalam pekerjaan ini , yang perlu kita soroti adalah mutu proyek tersebut, fisik proyek tersebut diragukan kualitasnya, ada dugaan terlalu besar uang pelicinnya sehingga yang mengerjakan proyek itu asal – asalan,” ujar warga.
Pengerjaan artinya jika proyek tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi maka tidak mendapatkan untung misal dilakukan pengurangan semen, pengurangan volume dan lainnya.
Warga dan kelompok tani mendesak polda Aceh turun tangan karena adanya beberapa temuan masalah di lapangan,Kualitas Fisik Buruk,Proyek irigasi sering dikerjakan asal jadi, tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan petunjuk teknis,praktik ada setoran fee (kompensasi) kepada oknum tertentu.
“Kami sebagai masyarakat Aceh Tenggara selaku penerima manfaat merasa sangat dirugikan. Kami berpendapat bahwa kami duga kabupaten kami digunakan sebagai tempat oleh oknum – oknum mencari keuntungan kelompok maupun perorangan dengan modus memasukkan Proyek P3-TGAI di Agara. Artinya kami masyarakat Aceh Tenggara merasa bahwa Proyek P3-TGAI tidak bermanfaat,” tegas warga.
“Kita minta tim Polda Aceh untuk segera turun ke Aceh Tenggara untuk segera melidik Proyek P3-TGAI bila ada terjadi tidak sesuai dengan aturan proses secara hukum Yang berlaku,” harap warga mengakhiri. (Zal)
EDITOR : Putra












