Pembunuhan Boru Siagian: Dibungkus, Dimasukkan ke Boks, Dibuang ke Sungai

oleh
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menerangkan kronologis pembunuhan Rahmadani boru Siagian.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN — Kasus pembunuhan terhadap Rahmadani boru Siagian akhirnya terungkap dengan cepat. Tim gabungan Polrestabes Medan bersama Polda Sumatera Utara berhasil menangkap pelaku utama berinisial SAN hanya dalam waktu enam jam setelah jenazah korban ditemukan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pelaku diamankan di rumah pacarnya saat hendak melarikan diri. Saat ditangkap, SAN sudah bersiap membawa barang-barangnya, mengindikasikan upaya kabur dari kejaran aparat.

“Pelaku diamankan di rumah pacarnya ketika akan melarikan diri,” ujar Calvijn dalam paparan resmi, Selasa (17/3/2026).

Dari Pembunuhan hingga Upaya Menghilangkan Jejak

Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan terjadi pada malam hari. Usai menghabisi nyawa korban, SAN sempat kembali ke rumah pacarnya. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku keluar dari hotel sekitar pukul 22.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor.

BACA JUGA..  GEGER..!!! Papan Bunga Pelakor Batalkan Pelantikan 28 CPNS Kejari Deli Serdang

Tak berhenti di situ, pelaku kembali ke lokasi kejadian keesokan harinya. Dengan pakaian berbeda, ia sempat mengecek kondisi korban sebelum melanjutkan upaya menghilangkan jejak.

Di dalam kamar, pelaku membungkus jenazah korban menggunakan selimut dan seprai, lalu memasukkannya ke dalam goni plastik yang sebelumnya telah ia siapkan. Goni tersebut diketahui dibeli dari tempat penjualan pakan burung—menunjukkan adanya unsur perencanaan dalam tindakan keji ini.

Melibatkan Rekan, Niat Buang ke Sungai Gagal

BACA JUGA..  Mandala By Pass Kerap Macet, Area Parkir Asia Susu Jadi Sorotan

Karena kesulitan mengangkat jenazah sendirian, SAN kemudian menghubungi rekannya, SHR. Ia meminta bantuan untuk membawa boks kontainer dari rumah SHR ke penginapan.

Setibanya di lokasi, jenazah korban dimasukkan ke dalam boks tersebut. Keduanya kemudian membawa boks itu menuju bantaran sungai dengan rencana membuangnya ke lokasi yang lebih jauh.

Namun, karena bobot yang berat dan kondisi yang menyulitkan, mereka akhirnya memilih membuang boks tersebut di pinggiran sungai.

“Awalnya ingin dibuang lebih jauh, tetapi karena berat dan hampir jatuh, pelaku memilih jalan pintas,” jelas Calvijn.

Setelah membuang boks, kedua pelaku sempat kembali ke penginapan untuk mengambil sepeda motor milik SHR. Mereka kemudian pergi ke sebuah rumah makan untuk beristirahat.

BACA JUGA..  Pajero Sport Ditabrak KA di Tebingtinggi, Satu Tewas

Ironisnya, setelah makan, keduanya kembali lagi ke bantaran sungai dengan niat membuang jenazah ke aliran air agar jejak semakin hilang. Namun rencana itu gagal karena lokasi sudah dipenuhi warga.

Melihat situasi yang tidak kondusif, keduanya memilih mundur dan kembali ke rumah masing-masing.

Kecepatan aparat dalam mengungkap kasus ini menjadi sorotan. Dalam hitungan jam, pelaku utama berhasil diamankan beserta rangkaian kronologi yang cukup detail.

Saat ini, polisi masih terus mendalami motif di balik pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi tindakan brutal tersebut.

REPORTER: Oki Budiman

EDITOR: Sahala Sianturi