Cekcok Sedarah di Sumbul, Adik Bacok Abang

oleh
oleh
AS menjalani perawatan di RSUD Sidikalang usai dibacok adik kandungnya.

POSMETRO MEDAN – Cekcok sedarah antara Abang dan adik berujung pembacokan. Tangan AS (35) nyaris putus ditebas parang oleh sang adik, MS.

Hingga berita diturunkan redaksi, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang.

Informasi dihimpun di RSUD Sidikalang, Selasa (7/7/2026), AS merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Sumbul yang tiba pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dengan kondisi luka robek di tangan kanan hingga tulangnya terlihat serta pembuluh darahnya nyaris putus.

Seorang petugas RSUD menyebutkan pasien dianjurkan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis bedah ortopedi.

Namun keluarga masih berunding terkait persetujuan rujukan, karena diminta menyiapkan uang muka untuk rumah sakit tujuan. “Sampai saat ini pasien masih dalam kondisi sadar dan masih dalam pemantauan RSUD,” kata petugas tersebut.

BACA JUGA..  KPK Dikabarkan OTT Pejabat di Sumut

Sementara menurut warga, cekcok berujung pembacokan terhadap dua bersaudara itu terjadi di rumah orang tua mereka pada Senin (6/7/2026).

Saat itu AS berkunjung ke rumah orang tuanya, yang juga menjadi tempat tinggal MS bersama istri dan anaknya. Ibu mereka yang sedang kurang sehat disebut tengah cekcok dengan MS.

AS kemudian menasihati MS. Namun, diduga MS tidak terima, lalu mengambil parang dan mengayunkannya ke arah leher AS.

Korban berhasil menangkis menggunakan tangan kanan sehingga menyebabkan tangannya mengalami luka parah hingga nyaris putus.

BACA JUGA..  Kas Uang Pedagang Cabai Digasak, Pelaku Habiskan Main Judol

Terpisah, Kapolsek Sumbul, AKP Rapolo Tambunan membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja, pihaknya belum ada menerima laporan resmi.

“Informasi kejadian tersebut benar ada, melibatkan abang dan adik, AS dan MS. Namun, peristiwa itu tidak dilaporkan atau tidak dibuat laporan polisi,” kata Rapolo.

Rapolo menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan penganiayaan terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di rumah milik LS.

Kronologis sementara, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (6/7/2026), AS datang ke rumah orang tuanya, LS, untuk menjenguk sekaligus merawat ibunya, boru N, yang sedang kurang sehat.

Selama ini MS bersama istri dan anaknya tinggal di rumah LS. Tidak lama kemudian, AS dan MS terlibat adu mulut.

BACA JUGA..  Sempat Hilang, 2 Polisi Ditemukan Tewas Usai Gerebek Lokasi Narkoba

MS kemudian mengambil parang (senjata tajam) dan mengayunkannya ke arah AS. Korban menangkis menggunakan tangan kanan sehingga telapak tangan kanannya mengalami luka robek. Selanjutnya, AS dibawa ke RSUD Sidikalang.

Rapolo mengakui saat ini AS masih menjalani perawatan di RSUD Sidikalang. Sesuai informasi yang diterima, AS akan dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut, MS beserta istrinya telah meninggalkan rumah orang tua mereka, LS. Sementara itu, keluarga korban belum membuat laporan polisi karena masih fokus pada penanganan luka serius yang dialami AS. (mis)