Tambang Emas Longsor, 8 Orang Tewas Tertimbun

oleh
oleh
Proses pencarian dan evakuasi para pekerja tambang emas yang tertimbun longsor.

 

POSMETRO MEDAN – Pertambangan emas tanpa izin di Kabupaten Sarolangun, Jambi mengalami longsor. Sebanyak delapan orang tewas tertimbun dan 4 lainnya mengalami luka.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji membenarkan kejadian itu. Saat ini, kata dia, tim gabungan tengah berupaya melakukan evakuasi korban.

“Benar, kami sampaikan ada kejadian kecelakaan kerja penambangan emas tanpa izin di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Sarolangun, pada Senin 20 Januari 2026,” kata Erlan, Rabu (21/1/2026).

BACA JUGA..  Lapas Labuhanruku Batu Bara Didemo Ratusan Massa

Erlan mengatakan longsor yang terjadi menimpa 12 orang pekerja. Hal itu membuat 8 orang diantaranya meninggal dunia yakni, K, T, SL, A, O, SR, K, dan anak buah dari saudara Y.

Sementara itu korban selamat dan mengalami luka, diantaranya, IM, S, IS, dan M. “Seluruh korban merupakan warga setempat,” ujar Erlan.

Erlan menyebut longsor terjadi akibat tingginya curah hujan. Saat itu, para penambang masih bekerja. Namun nahas, tiba-tiba terjadi longsor dan menimbun mereka.

BACA JUGA..  Jasad Korban Hanyut di Sungai Ular Ditemukan di Tepi Pantai

“Penyebab kejadian ini diduga kami dapat informasi karena curah hujan yang cukup tinggi, kemudian mereka masih bekerja pada saat itu terjadi pergerakan tanah menimbun para pekerja tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan tim gabungan saat ini masih fokus melakukan evakuasi korban. Proses evakuasi masih berlangsung hingga hari ini untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun.

“Sementara masih ditemukan 8 meninggal dunia, 4 orang luka. Nanti kita lihat lagi karena tim masih di lapangan,” ujar mantan Kabid Humas Kalimantan Tengah itu.

BACA JUGA..  Lansia Ditabrak KA

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan sebanyak 132 personel dari satuan Brimob, Samapta, K9, Pol PP, dan unsur SAR lainnya.

Sementara terkait tambang ilegal itu, polisi akan menyelidiki lebih lanjut. Namun, polisi telah mengetahui pemilik lahan tersebut berinisial I.

“Tentunya nanti ada tahap-tahapan proses penyelidikan. Intinya kita sekarang fokus pencarian dulu,” ungkap Erlan.(dtk)