POSMETRO MEDAN – Anggaran Gendut biaya pakaian, makanan dan minuman (mamin), bagi kebutuhan untuk menunjang kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 yang digelontorkan Pemkab Deliserdang, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) fantastis yang mencapai Rp 543 Juta terus menjadi sorotan masyarakat.
Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kabupaten Deliserdang Supiah mengatakan kalau ia sudah menjalankan pengelolaan anggaran sesuai alokasi kebutuhan yang ada.
” Saya tidak ada kesalahan dalam pengelolaan anggaran justru saya sering keluar uang pribadi untuk setiap ada kegiatan,” ucap Supiah. Selasa,26/8/2025.
Data yang dihimpun wartawan sebelumnya sebanyak Rp 543 juta, terdiri dari angggaran untuk pakaian mencapai Rp 378.840.000 yang ada di beberapa item yakni belanja pakaian dinas latihan (PDL) Rp. 114.000.900.000, belanja pakaian olahraga Rp 30.840.000, belanja pakaian traning Rp. 96.000.000 dan belanja pakaian upacara (PDU) Rp 137.100.000. Sedangkan untuk biaya makan minum Rp 164.220.000.
Gendutnya anggaran Paskibraka mendapat perhatian penggiat antikorupsi, salah satunya Syahrul Tanjung Tokoh Masyarakat Kabupaten Deli Serdang
Ia meminta anggaran tersebut patut di awasi secara mendalam karena berpotensi penyalahgunaan maupun fiktif untuk dimark up anggaran banyak beberapa poin kegiatan maupun pengadaan barang dan jasa yang nilainya cukup fantastis. Sehingga diminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) ataupun Kejari Deli Serdang untuk memeriksa pengelolaan anggaran tersebut.
Bahkan disebut-sebut, Anggaran pengadaan seragam Paskibraka cukup besar itu mencapai Rp 378 jutaan lebih itu diduga tak sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan.
Sedangkan makan-minum juga didapat informasi sempat diprotes sejumlah peserta Paskibraka yang mengeluhkan mengenai kualitas dan kuantitas makanan yang disediakan bahkan untuk puding sempat tidak diberikan.
Seharusnya pihak Kesbangpol tidak main-main dengan makan minumnya anggota Paskibraka yang menilai anggarannya begitu fantastis.
” Kejaksaan kita minta usut penggunaan anggaran itu, sesuai apa tidak Jangan sampai efiensi yang di sebutkan Presiden dan Bupati Deli Serdang itu hanya isapan jempol semata,” pinta Syahrul.( Wan)
EDITOR : Rahmad












