POSMETRO MEDAN – Rumah milik Ridho Damanik, Ketua DPC Pemuda Islam dan kader partai Gerinda Kota Tanjungbalai, dilempar orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (18/7)dini hari, di Komplek perumahan PNS Sei Raja.
Setelah kejadian itu, korban (Ridho) telah melaporkannya ke kantor Polsek Sei Tualang Raso Polres Tanjungbalai.
Kepada wartawan Ridho mengatakan, pada saat itu baru masuk ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Namun masih bermain HandPhone (HP) di sofa sembari menunggu tidur, tiba-tiba terdengar semacam suara ledakan.
“Ku kira gas LPG yang meledak, selang beberapa detik, terdengar suara pecahan yang kuat kedua kalinya,” kata Ridho, Sabtu (19/7).
“Disaat ku lihat dari jendela, ada sepotong batu-bata bekas lemparan ke arah jendela rumah. Terlihat dua orang pria mengendarai sepeda motor matik lari terburu-buru,” sambungnya.
Ia menduga, bahwa kejadian ini merupakan teror dalam rangka pembungkaman terhadap beberapa masalah yang sedang disorotinya.
“Aku gak punya musuh bang, tapi beberapa waktu belakangan, aku sedang menyoroti Reklamasi Sungai Asahan yang sudah tidak sesuai dengan MOU. Bahkan saat ini, diatas reklamasi tersebut dibangun beberapa rumah ibadah sekelompok etnis tertentu. Jadi mungkin ada pihak-pihak yang panas dan tidak senang jika permasalahan ini terungkap,” jelas Ridho.
“Kitakan tidak boleh berspekulasi, karena kasus ini sudah di laporkan ke Polisi, mari kita dukung Polisi untuk bisa mengungkap kasus yang termasuk teror ini. Agar kejadian serupa tidak terulang, tentunya ini sebuah ancaman terhadap orang-orang yang ingin memperjuangkan sebuah kebenaran,” tutupnya.
Editor : Oki Budiman












