2 Jasad Orok Bayi Diperiksa Polresta Deli Serdang

oleh
Mapolresta.

POSMETRO MEDAN – Terkait temuan dua orok diduga bayi manusia disamping rumah warga dan sudah dikuburkan. Namun pihak Kepolisian Tim Inafis Polresta Deli Serdang datang ke lokasi untuk mengambil dua Orok itu untuk dilakukan pemeriksaan.

Hal itu dibenarkan Sugiono Kepala Desa Sidourip Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang saat dikonfirmasi. Sugiono menyebutkan, tindakan pihak kepolisian itu benar juga karena belum dapat kita memastikan itu kalau belum diperiksa secara detail itu orok manusia atau hewan.

” iya tadi malam datang Polisi, tim Inafis di bongkar lagi temuan itu untuk dilakukan pemeriksaan. Informasi dari Polisi hari ini hasilnya diberitahu apa dua potong daging diduga orok bayi itu milik manusia atau hewan. Karena anjing juga bisa beranak seperti itu, karena onggokan daging itu kecil,” ucap Sugiono Kepala Desa Sidourip Selasa,24/6/2025.

BACA JUGA..  Undercover Buy Berhasil, Pengedar Sabu di Perbaungan 'Nyangkut'

Sebelumnya, dihebohkan dengan penemuan dua jasad orok bayi tergeletak ditanah di jalan gang samping rumah warga, Senin (13/6/2025) sekira pukul 18:20 Wib sore kemarin.

Pertama sekali yang menemukan jasad orok bayi itu adalah Rian (23) warga dusun 2 B Desa Sidourip, Kecamatan Beringin yang pada saat itu sedang berjalan dari belakang rumahnya menuju ke rumah

BACA JUGA..  Heboh! Mayat Pria Tergantung di Bawah Jembatan

Ia kaget melihat benda yang berbentuk daging persis di samping rumahnya yang merupakan jalan gang. Curiga dengan bentuknya ia bergegas memanggil ibunya.

“Pas melihat kayak gumpalan daging itu, saya lantas manggil ibuku untuk memastikan daging apa itu”, kata Rian.

Setelah diamati Sugi orang tua Rian, kalau daging tersebut merupakan jasad orok bayi. Dan untuk memastikannya Rian pun lantas disuruh ibunya memanggil bidan desa Sidourip, Ira Tanjung yang tempat tinggalnya tidak jauh dari temuan jasad tersebut.

BACA JUGA..  Hujan dan Angin Kencang, Robohkan Pohon Beringin Tua

Setelah diamati bidan Ira Tanjung membenarkan kalau dua orok tersebut merupakan jasad bayi yang di perkirakan berusia 4 Bulan, karena mata dan tangan orok tersebut sudah berbentuk.

” Bayi masih orok sekitar usia 4 bulanan itu,” sebut Ira Bidan Desa.

Mendengar peristiwa tersebut pihak kepala Desa Sidourip H.Sugiono bersama aparat Desa dan Bhabinkamtibmas desa dibantu tokoh agama langsung mengevakuasi kedua orok bayi itu guna dimakamkan di perkuburan setempat. Namun polisi datang dan mengambilnya untuk diusut apakah itu orok bayi manusia atau hewan.(Wan)

EDITOR : Rahmad