Polisi Olah TKP Lokasi Temuan Mayat Ilham Diduga Korban Pembunuhan

oleh
Tim Inafis Polresta Deli Serdang Olah TKP

POSMETRO MEDAN – Satreskrim Polresta Deli Serdang menurunkan tim Inafis ke Lokasi Tempat Kejadian Perkara ( TKP) temuan mayat siswa SMPN4 Lubukpakam Muhammad Ilham (13) warga Dusun Ampera Utara, Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang yang ditemukan di parit Jalan Kebun Sayur Dusun Bakti 1, Desa Sekip. Senin 5/5/2025.

Dalam olah TKP, tim Inafis Satreskrim dan Satlantas Polresta Deli Serdang melakukan reka ulang posisi kendaraan sepeda motor korban saat awal mula korban ditemukan terlungkup di dalam parit dengan kondisi tewas.

Tubuh korban saat ditemukan tewas terdapat beberapa luka di bagian tengkuk dan kepala korban seperti bekas bacokan senjata tajam bukan bekas benturan seperti kecelakaan pada umumnya.

Oleh karena luka pada tubuh korban dilihat lebih detail saat jasad korban dimandikan untuk di kebumikan, kecurigaan keluarga korban makin kuat bahwa korban diduga tewas bukan karena kecelakaan sepeda motor nabrak tembok seperti dugaan awal.

Rudi, ayah korban saat ditemui mengatakan pihaknya sangat berharap kasus kematian anaknya dapat diungkap dengan jelas dan bila terbukti anaknya dibunuh, berharap polisi dapat menangkap pelaku.

” Kami berharap dengan diusutnya kasus kematian anak kami Ilham dapat terungkap,” ucap Rudi.

Proses olah TKP dilakukan Polisi ditempat kejadian menarik perhatian warga sekitar lokasi. Kasus ini sudah beberapa hari belakangan juga menjadi pembicaraan masyarakat khususnya di Desa Sekip. Dugaan warga memang kematian korban itu tidak wajar.

BACA JUGA..  Dua Motor Hantam Dua Arah, Tiga Korban Dilarikan ke RSU

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang AKP. Nasrul saat olah TKP ada di lokasi menyebutkan pihaknya dalam hal melakukan pendalaman bekerjasama dengan Satreskrim Polresta Deli Serdang.

” Kami lakukan olah TKP dengan Inafis dan satreskrim untuk merunut kembali kronologis kejadian temuan mayat korban serta mengamankan barang bukti kendaraan korban saat peristiwa terjadi,” ucap Kanit Gakkum Satlantas.

Sebelumnya diberitakan, banyak pihak yang menduga kuat kematian Muhammad Ilham di jalan Pelak Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam pada Minggu (13/4) lalu bukan akibat kecelakaan lalulintas melainkan di bunuh oleh terduga pelaku yakni kawanan geng motor.

Sebelumnya juga Misteri kematian siswa kelas 1 SMP Negeri 4 Lubukpakam warga jalan bakti 2 gang tali air Dusun Ampera Utara Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Muhammad Ilham (13) semakin terkuak dan mendapat titik terang bahwa kasus kematian anak bungsu dari pasutri Rudi dan Suyati ini mati dibunuh dan bukan Kecelakaan lalulintas.

Abang Kandung korban, Dicky Andrian menjelaskan saat mengetahui adiknya tewas di jalan Pelak Desa Sekip Lubukpakam tersebut penuh keganjilan atas kematian adiknya yang tidak wajar.

Dari hasil yang dilihatnya langsung di TKP , Dicky melihat adiknya sudah dalam keadaan tewas dengan posisi jongkok sujud dengan kondisi tubuhnya dan bajunya basah tanpa ada melihat darah di bekas darah dipakaian yang dikenakan adiknya tersebut.

BACA JUGA..  JMKT Kampanye Keselamatan : Kasus Tabrak Belakang Dominasi Kecelakaan di Tol Medan - Tebing Tinggi

” Tak ada darah sama sekali bang , tubuh adik saya basah kuyub gitu , luka yang bekas bacokan itu pun sudah tak ada darahnya lagi, saya periksa di TKP tidak ada darah yang menempel baik di rumput , dinding dan parit ” kata Dicky saat dikonfirmasi di rumahnya.

Ia dan keluarga menduga adiknya tersebut dihabisi secara dikeroyok dengan menggunakan senjata tajam dan mayatnya di letakkan di TKP dekat sepeda motor nya seolah olah peristiwa ini menjadi peristiwa lakalantas.

” Kami menduga adik saya ini dihabisi di hajar dan dibunuh di sekitar TKP ada lahan kosong, dan setelah tewas adik saya ini diangkat di letakkan mayatnya di dekat parit dan tembok pinggir jalan gang pelak ini ” sebut Dicky .

Ia juga menduga setelah di habisi nyawa adiknya , para pelaku membersihkan darah darah dari luka luka bacok tersebut.

” Kondisi tubuh adik saya basah, kalau luka baru satu malam pasti darah yang ada di kepala nya pasti mengucur segar, ini sama sekali tidak bekas darahnya, saya juga menemukan diduga barang bukti kejahatan dari para pelaku geng motor disekitar TKP mayat adik saya” kata Dicky.

BACA JUGA..  3 Rumah Hangus Terbakar di Tebingtinggi, Dugaan Akibat Korsleting Listrik

Di katakannya ia menemukan ada celana dalam yang masih baru sekitar 9 celana dalam laki laki di dalam plastik kresek yang kondisi celana dalam tersebut basah.

” Ada 9 Celana dalam , kondisinya basah saya hitung ada tujuh , saya menduga ini barang bukti untuk mengelap atau membersihkan darah darah dari luka adik saya , ada dua batu krikil ukuran selapak tangan dua biji seperti ada dugaan darah yang kering, kemudian ada kulit kacang baru seperti ada orang yang baru kumpul kumpul makan kacang , ada juga plastik dan bongs seperti alat penghisap sabu” terang Dicky.

Selain itu mengapa pihak keluarga menduga adiknya di bunuh kawanan geng motor, dari CCTV di jalan pantai labu -Lubukpakam simpang gang pelak Desa Sekip terlihat puluhan orang dengan mengendarai sepeda motor ngumpul di pinggir jalan Pelak yang jaraknya sekitar 700 meter dari penemuan mayat Muhammad Ilham.

” Mereka ngumpul di malam adik saya tewas itu pada tanggal (13/4) dini hari dari pukul 00.00 hingga pukul 05.30 Wib dan dari CCTV, ngumpul nya di jalan gang pelak juga yang jaraknya dekat dengan TKP mayat adik saya dan sekitar pukul 06.00 WIB Adik saya ditemukan warga sekitar sudah tidak bernyawa ” pungkas Dicky.(Wan)

EDITOR : Rahmad