Kapolres Labusel Bentuk Satgasus Cursat, 6 Pencuri Sawit Ditangkap

oleh
Terduga maling sawit.

POSMETRO MEDAN – Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel), AKBP Aditya SP Sembiring Muham membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Curi Sawit (Cursat).

Satgasus Cursat tersebut dibentuk sebagai upaya meningkatkan penegakan hukum terhadap maraknya aksi pencurian kelapa sawit di Kabupaten Labusel.

“Satgas ini dibentuk sebagai respon cepat, tegas, dan tanggap dalam menangani kejahatan pencurian hasil perkebunan yang merugikan masyarakat maupun perusahaan,” ujar Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring Muham, Senin (5/5/2025).

BACA JUGA..  Dinilai Belum Maksimal, Rico Waas Beri Tenggat Camat Tuntaskan Digitalisasi Bansos

Disampaikannya, pembentukan Satgasus Cursat tersebut langsung menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Pada Minggu (4/5/2025) tim berhasil melakukan penangkapan pencuri sawit di dua lokasi berbeda,” terang Kapolres.

Dijelaskannya, penangkapan pertama dilakukan di Lingkungan Kampung Bedagai, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang sekira pukul 15.30 WIB.

Sedangkan penangkapan kedua dilakukan di Dusun Asahan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba pada pukul 16.00 WIB.

BACA JUGA..  Ruko Tiga Lantai Ludes Terbakar, 10 Armada Damkar Dikerahkan

“Dari dua operasi tersebut, Satgas Cursat berhasil mengamankan enam orang pelaku, dua diantaranya berperan sebagai penadah hasil curian,” jelasnya.

Dalam kaitan itu, AKBP Aditya menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh pelaku pencurian, termasuk para penadah yang menjadi bagian dari rantai kejahatan.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Penelusuran terhadap jaringan penadah akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan,” tegas AKBP Aditya.

BACA JUGA..  Bupati Humbahas Potong Tunjangan BPD, Anggota DPRD Gerindra Upayakan Pengembalian

“Dengan hadirnya Satgas Cursat, Polres Labusel berharap mampu memberikan efek jera dan perlindungan hukum maksimal terhadap praktik pencurian hasil bumi di wilayah kita,” pungkasnya.

EDITOR : Rahmad