Perampok Truk Sawit di Asahan Terungkap, Jarahan Ditotal Rp 120 Juta

oleh
Para tersangka digelandang menuju lokasi paparan kasus Mapolres Asahan.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.comPerampokan truk colt diesel di Desa Aek Nabuntu, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan beberapa waktu lalu terungkap. Hasil jarahan dijual para pelaku seharga Rp 120 Juta.

Itu terkuak setelah lima dari tujuh pelaku diamankan personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan. Kapolres AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan ada tiga orang yang jadi tersangka penadah truk dan kelapa sawit.

“Ada tiga orang sebagai penadah. Ketiganya bertugas sebagai penadah sawit dan truk hasil curian,” kata Putu, Selasa(17/5/2022).

Dijelaskan Kapolres, kasus ini terungkap karena informasi yang diperoleh petugas di lapangan. Informan menyebut, ada orang menggunakan mobil Terios hendak menjual kelapa sawit.

BACA JUGA..  Kepercayaan Berujung Petaka, Motor Teman Wanita Malah Digadaikan

“Jadi kita ikuti petunjuk tersebut dan mengetahui siapa pelakunya,” kata AKBP Putu.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pengejaran dan mengamankan tiga orang tersangka. Mereka masing-masing, dua pelaku utama dan satu orang penadah di Kota Medan.

“Selanjutnya dikembangkan dan mengamankan satu orang di Tebingtinggi. Kemudian dilakukan pengembangan ke Labuhanbatu, lanjut pengembangan ke (Provinsi) Riau,” sebut AKBP Putu.

Tiga orang penadah itu masing-masing, Nico Ardiansyah (28) warga Pematang Seleng, Kecamatan Bila Hulu, Kabupaten Labuhanbatu; Erma Yusuf (43) dan Ahmad Saipudin Harahap(45) warga Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

BACA JUGA..  Maling Baterai Mobil Dipentungi Warga

“Sawit yang dirampok itu merupakan milik perorangan bukan milik PT. Dijual pelaku ke penadah dengan total sawit delapan ton dengan harga Rp 6 juta,” sebut AKBP Putu.

“Sedangkan mobil dijual seharga Rp 104 juta, sehingga bila ditotal, senilai Rp 120 juta,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sapdam Sandi Zulfikar (27) harus mengalami hal paling mengerikan dalam hidupnya sebagai sopir truk pengangkut buah sawit.

Bagaimana tidak, dia mendadak di hadang kawanan perampok saat menuju pabrik pengolahan sawit. Tidak sekedar dihadang, dia disandera dan dibuang ke Labuhanbatu sebelum akhirnya pelaku membawa kabur truk bermuatan sawit yang dikendarainya.

BACA JUGA..  Tawuran Dibubarkan, Rumah Diduga Barak Sabu Digerebek

Hal itu disampaikan Ani Thalita, istri dari Sandi.

“Saat ini kondisinya (Sandi) masih trauma bang. Masih berusaha menenangkan diri,” sebut Ani kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Ani mengatakan perampokan itu terjadi saat Sandi hendak mengantarkan buah sawit ke pabrik yang berada di Aek Loba, pada Minggu (8/5/2022) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

Ketika itu tiba-tiba truknya dihentikan sekelompok orang yang mengendarai mobil dan langsung mengancam serta mengambil alih truknya.(*)

 

REPORTER: Rahman

EDITOR: Sahala