Blackout Sumatera, APP Minta PLN Berikan Kompensasi kepada Warga Medan

oleh
Anggota DPRD Kota Medan Andreas Pandapotan Purba.

POSMETRO MEDAN – Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Kota Medan, Jum’at (22/05/2026) lalu, menuai sorotan dan kritikan keras terhadap pihak PLN.

Salah satunya, Anggota DPRD Kota Medan Andreas Pandapotan Purba, S.Ak, meminta agar pihak PT PLN mempertimbangkan bentuk kompensasi kepada pelanggan yang terdampak kerugian akibat pemadaman listrik massal (blackout). Sebab, dampak pemadaman di Kota Medan selama lebih dari 24 jam terjadi kerugian besar karena aktivitas rumah tangga lumpuh total.

“Atas kejadian ini, saya sangat prihatin dan menyesalkan pihak manajemen PT PLN yang tidak peduli dengan dampak pemadaman. Warga Kota Medan berhak mendapat kompensasi dari PLN. Kompensasi bagi pelanggan memiliki payung hukum yang harus ditaati pihak manajemen PLN,” tegas legislator asal Partai Gerindra itu, Minggu (24/05/2026) malam.

BACA JUGA..  Sabu Setengah Kilogram Lebih, Gagal Edar di Langkat

Dikatakan, dampak pemadaman telah mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, UMKM, akses air bersih, hingga keamanan lingkungan.

“Banyak warga mengalami kerugian karena usaha terganggu, bahan makanan rusak, jaringan komunikasi terganggu,” paparnya.

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi. Pihak PLN diharapkan dapat menyampaikan informasi resmi secara terbuka dan berkala sehingga masyarakat tidak bingung dan panik.

BACA JUGA..  Lindungi Ojol dari Risiko Jalanan, Ribuan Driver Dapat Kartu BPJS Ketenagakerjaan

“Ke depan kiranya ada informasi resmi, rencana pemadaman begitu juga estimasi lamanya pemadaman serta memberikan upaya yang harus dilakukan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak panik dan bingung,” tuturnya.

APP mengaku dan memahami adanya gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan. Namun katanya, masyarakat juga membutuhkan kepastian, transparansi informasi, serta percepatan pemulihan yang nyata di lapangan.

Untuk itu, Andreas Pandapotan Purba menegaskan perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, sehingga blackout besar seperti itu tidak kembali terulang. Ke depan, ketahanan energi dan sistem mitigasi kelistrikan harus menjadi perhatian serius.

BACA JUGA..  Penanam Ganja Tertangkap Ngaku Sudah Tiga Kali Panen, Beli Bibit Dari Tembung

“Karena listrik hari ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan penopang utama aktivitas kota,” sebutnya.

Disisi lain, APP juga mengapresiasi seluruh petugas teknis yang bekerja siang dan malam untuk melakukan pemulihan sistem kelistrikan.

“Bagi petugas yang sudah bekerja diluar jam bertugas kiranya dapat perhatian khusus,” pungkasnya.(*)

Editor: Ali Amrizal