2.191 Pelanggar Lalulintas Tertangkap Kamera ETLE

oleh
Kabid Humas Poldasu, Kombes Hadi Wahyudi. (Oki/Posmetromedan)

POSMETROMEDAN.com – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Kota Medan terbukti efektif. Dalam waktu 8 hari, sebanyak 2.191 pengendara tertangkap kamera yang melanggar lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi. Katanya, ribuan pelanggaran yang dilakukan pengendara itu tercatat sejak resmi diberlakukan tanggal 26 Maret 2022.

“Mulai dari tanggal 26 Maret sampai 3 April 2022, penindakan pelanggar lalu lintas dengan menggunakan E-TLE, ada 2.192 pelanggar yang tertangkap kamera,”sebut Hadi, Senin (4/4/2022) kemarin.

BACA JUGA..  Gedung Pelepasan Jemaah Haji di Asrama Haji Medan Kupak Kapik

Kabid Humas menjabarkan, sebanyak 689 pelanggar sudah dinyatakan valid dalam proses ETLE. “Para pengendara sudah mengakui setelah dikirim berkas dan bukti pelanggarannya,” ucapnya.

Sedangkan, 710 perkara masih dalam proses terkirim. “Selebihnya masih proses pendataan,” bebernya.

Kabid menjelaskan dari pelanggaran yang terekam kamera ETLE para pengendara terbanyak melanggar tidak memakai seat belt. “Yang terdata sebanyak 618 yang tertangkap kamera tidak memakai sabuk pengaman,” ujar dia.

BACA JUGA..  Validasi Akun Berminggu-minggu, Layanan Digital Pemkab Deli Serdang Disorot Publik 

Kemudian, sambung Hadi, pengendara yang menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan sebanyak 42 perkara. “Tidak menggunakan helm sebanyak 37,” jelasnya.

Ditambahkannya, di Kota Medan masih satu titik lokasi ETLE yakni di Jalan Balai Kota Medan.

Diketahui, Polda Sumut resmi menerapkan tillang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahap I, Sabtu (25/3/2022).

BACA JUGA..  Ditabrak KA, Driver Ojol Tewas Terpental ke Kandang Babi

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto mengatakan, untuk tahap pertama E-Tilang mulai diberlakukan di Jalan Balai Kota, Kecamatan Medan Barat.

“E-tilang ini mampu meminimalisir semua penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan konflik di lapangan,” katanya. (*)

Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing