POSMETROMEDAN.com – Pendeta Borong Sitepu dianiaya ipar dan keponakan kandungnya secara bersama-sama. Bahkan saat ini korban harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Vina Estetika, Medan.
Aksi pengeroyokan itu terjadi di Dusun 8, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya di rumah adik korban, beberapa hari lalu.
Kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak itu bernama Rahel Bangun dan Nirwana Bangun.
Akar masalahnya hanya diawali teguran sang paman kepada keponakannya berinisal Nirwana Bangun
Pelaku Nirwana Bangun ditegur sang paman karena menyebut dirinya seorang totol di media sosial, facebook.
Kepada wartawan, di Ruang VIP VII Vina Estetika, Sabtu (26/3/22) sekira pukul 15.30, Borong yang merupakan pendeta di salah satu gereja yang ada di Kota Medan itu mengaku shok dengan kejadian itu. Bahkan istrinya sampai pingsan saat dirinya dianiaya.
“Tak nyangka aku dengan perbuatan mereka bang, pasalnya RB itu adalah saudara ipar kadung saya dan NB itu adalah keponakan kandung saya,” sesal Pendeta Borong Sitepu menceritakan kejadian ditempat tidur pasien RS Vina Estetika, Medan.
Padahal saya hanya menegur Keponakan saya si Nirwana itu, yang mengatakan saya tolol di facebook.
“Jadi, saat itu saya melihat dia Nirwana (terlapor) sedang berada di teras rumah orang tua saya. Oleh itu, saya tegur dia dengan ucapan, kenapa kamu bilang aku tolol di Facebook. Hebat kau, sombong kau sekarang, jangan kau di rumah mama ku ini, pergi kau,” kata Borong sembari mengaku hanya itu saja yang diucapkannya kepada terlapor.
Saat itu masih tidak terjadi apa – apa bang, lanjut Borong, hanya saja teguran saya itu dibalas oleh makian dari keponakan saya itu.
Namun, 3 jam kemudian, tiba-tiba Rahel Bangun Nirwana Bangun ke rumah adik saya Jernih Beru Sitepu, di Dusun 8, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.
“Setibanya di rumah adik saya itu, mereka langsung mengeroyok saya. Kerah baju saya ditariknya bang, lalu saya dicekek, dipukul dan ditendangnya bang. Inilah bang sekarang opname gara – gara kelakuannya itu,” cetus Borong Sitepu.
Disinggung soal perdamaian, Borong mengaku enggan melakukan perdamaian. Hal itu bukan karena ia tidak mengasihi, namun dikarenakan niat baik dari ipar dan keponakan kandungnya itu tidak ada hingga saat ini dirinya di opname di RS.
“Sampai saat ini, mereka belum ada menghubungi dan memohon maaf kepada saya. Jadi saya rasa biarlah hukum yang bertindak atas persoalan ini. Karena kami juga percaya hukum itu juga adalah anugerah dari Tuhan,” jelas Borong didampingi adik kandungmya Efendi Sitepu.
Harapan kami, tutup Borong, biarlah kasus saya ini, benar-benar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku oleh aparat kepolisian Sektor Kuala.
Menindaklanjuti kasus tersebut, kru media ini pun mengkonfirmasi kepada pihak Juru periksa (Juper) laporan Pendeta Borong. Melalui telepon, Aiptu Juna Ginting membenarkan laporan tersebut. dan diakuinya, pihaknya sedang menunggu hasil visum dari RS.
“Sudah kami terima laporannya bang pada hari Kamis (24/3/22), sekarang tinggal menunggu hasil visum dari rumah sakit. SEcepatnya kami gelar,” pungkas Juna Ginting kepada kru media ini. (*)
Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing












