Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting Rapat Bersama Wakil Presiden RI

oleh

POSMETROMEDAN.com – Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting menghadiri rapat bersama dalam kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Ma’ruf Amin, Rabu (17/11/2021), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Medan, Rabu (17/11).

Kunjungan kerja Wapres ke Sumut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengataka, bahwa Pemprov Sumut meminta agar Dana Bagi Hasil (DBH)  perkebunan dapat diberikan 30 – 40% dari PPN yang dikenakan atas produk tersebut.
Dengan begitu, kata Gubsu, nantinya DBH perkebunan akan bisa lebih banyak berkontribusi bagi pembangunan di Sumut. Mengingat Sumut memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. “Kalau 30% saja, kami akan segera memajukan Sumut.

Disampaikan juga, selain perkebunan, potensi UMKM di Sumut juga sangat besar. Edy Rahmayadi memaparkan jumlah UMKM di Sumut mencapai 1,1 juta unit. Terdiri dari usaha mikro sebanyak 1 juta unit, usaha kecil 99.753 unit, usaha menengah 15.960 unit. Bahkan bisa menyerap pekerja sebanyak 2,6 juta orang.

BACA JUGA..  Gebrakan Dinsos Sumut di 2026, Bangun Sekolah Rakyat Terintegrasi SD-SMA Lintas Kabupaten/Kota

Penguatan UMKM, menurut Edy, menjadi salah satu fokus Pemprov Sumut dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. “Langkah antisipasi Sumut di masa pandemi fokus mengembangkan pasar di dalam negeri, dan memperkuat UMKM sebagai harapan bagi penyelamatan perekonomian Sumut,” katanya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga telah menjadi cara memperkuat UMKM. Realisasi KUR di Sumut hingga 31 Oktober 2021 mencapai Rp 9,6 triliun. Pemprov Sumut sendiri memiliki program khusus yakni KUR Sumut Bermarabat melalui Bank Sumut.

“Pemprov Sumut juga memberikan bantuan kepada UMKM. Mulai dari bantuan peralatan, fasilitasi pemasaran digital, promosi hingga pameran produk UMKM di galeri milik Pemprov,”Ungkapnya.

Sementara itu, Wapres RI Ma’ruf Amin menyampaikan setiap daerah di Indonesia memiliki potensinya masing-masing. Namun potensi tersebut harus dioptimalkan dengan pemberdayaan masyarakat. “Lahan cukup, SDM cukup, optimalkan menjadi suatu potensi, menjadi kekuatan, power,”Jelas Ma’ruf.

BACA JUGA..  ASN Langkat Diajak Tiorita Tetap Solid dan Jaga Integritas

Dikatakan Ma’ruf, dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, kepala daerah perlu fokus dan upaya yang mendalam. Salah satunya dengan pemberdayaan. “Karena itu tidak cukup dengan Bansos, tetapi bagaimana pengentasan dilakukan melalui pemberdayaan,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf juga mengatakan bahwa reformasi birokrasi perlu ditingkatkan oleh pemerintah daerah. Sebab hal itu berkaitan dengan pelayanan publik. Kepercayaan investor pun bergantung pada pelayanan publik.

Pada kesempatan tersebut, Ma’ruf mengapresiasi Pemprov Sumut lantaran telah mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak tujuh kali berturut turut oleh BPK RI. “Saya harap capian ini harus diiringi dengan tata pemerintahan yang profesional, efisien, bersih dan juga bebas korupsi,” kata Ma’ruf.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga mengapresiasi Pemprov Sumut, karena realisasi pendapatan APBD Sumut sudah mencapai 79,35%. “Sumut termasuk yang realisasinya mencapai target yang baik,” ungkap Tito.

BACA JUGA..  Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School 

Sementara realisasi belanja Sumut mencapai 63,28%. Menurut Tito, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh belanja pemerintah daerah. “APBD agar jadi perhatian karena realisasi belanja pemerintah adalah tulang punggung utama,” ujar Tito.

Sementara itu, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting sangat mengapresiasi atas kunjungan Wakil Presiden RI ke Sumatera Utara.Ia juga sangat mendukung apa yang disampaikan bapak Wakil Presiden dimana dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dampak dari pandemi, tidak hanya melulu memberi bansos, namun peningkatan SDM yang paling penting.

Untuk itu Wakil Bupati Karo sangat mengharapkan dukungan pemerintah pusat dan provinsi dalam pemberdayaan UMKM di Tanah Karo, karena di kabupaten Karo ada 69 UMKM, jadi dibutuhkan dukungan Kredit Usaha Rakyat(KUR),” pungkasnya singkat.

Usai rapat, Wapres didampingi Gubernur dan Forkopimdasu meninjau stand UMKM yang berada di teras aula. Wapres tampak kagum dengan produk UMKM yang dipamerkan. (edi)