POSMETROMEDAN.com – Pemerintahan Desa (Pemdes) Suka Babo, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, disorot. Warga menduga, anggaran desa dikorupsi terkait penanganan pandemi Covid 19.
Kata warga setempat, oknum Pemdes di desa mereka senga memperkaya diri sendiri ditengah kondisi ekonomi masyarakat terpuruk, akibat pandemi saat ini.
Informasi yang didapat dari masyarakat Desa Suka Babo, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Selasa (14/9/2021), mengatakan bahwa selama penanganan Covid -19, pemerintahan desanya kurang transparan dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2020.
“Sangat luar biasa harga bahan – bahan penanganan penanggulangan penyebaran Covid – 19 di Desa Suka Babo. Harga eceran masker yang dipasar atau ditoko- toko paling mahal 3000 sampai 5000 Rupiah per lembar atau helai. Namun realisasi di APBDes tahun 2020 menjadi Rp9.100 (Sembilan Ribu Seratus Rupiah) per helai, ” kata warga yang tak mau di tulis identitasnya.
Disampaikannya lagi, selain harga masker diduga di mark up, harga yang lainnya ikut dinaikkan seperti pompa electrik, sepatu boot, wipol, bayklin, APD, minum teh manis dan snak yang mencapai 500 bungkus lebih, dibandrol harga Rp17.000.
“Belum lagi pendirian posko penaganan Covid-19 yang dianggarkan Rp4 juta ternyata hanya menggunakan 5 lembar seng, dan tiangnya terbuat dari bambu. Semua diluar harga biasa,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, (DPMD) Kabupaten Karo, Abel Tawarih Tarigan, Selasa ( 14/9/ 2021) kepada media mengatakan fungsi camat untuk mengevaluasi APBDes.
“Menandatangani pengantar pencairan ADD termasuk rasionalisasi anggaran. Dan jangan sekali sekali melakukan mark up harga barang, semua harus tetap di koridor dan aturan yang berlaku,” katanya. (mrk)












