Suami Dihabisi Istri dan Selingkuhan, 4 Pembunuh Diorder dari Medan

oleh
Istri korban dan pria selingkuhannya.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Demi menguasai harta, Virgita Legina Hellu (25) merencanakan pembunuhan suaminya, Nasarudin alias Acik (45) yang merupakan juragan emas. Tak tangung-tanggung, 4 pembunuh bayaran diorder dari Medan.

Untuk memuluskan rencana tersebut, wanita ini dibantu selingkuhannya. Namun meski rencana tersebut mulus, akal licik VLH akhirnya terkuak.

Lantas, wanita berusia 25 tahun itu pun digiring dan ditangkap oleh pihak kepolisian dari Polsek Muara Tami. Saat itu, suasana rumah masih dalam keadaan berkabung dan sedang ada acara tahlilan.

Namun kepolisian tak peduli dan langsung meringkus VLH, yang diduga otak pembunuhan. Warga yang memadati rumah duka pun langsung menyoraki pelaku.

“Woooooooo,” teriak warga seperti dari akun Instagram mak_inpoh, Minggu (7/7/2021). Tak hanya warga, keluarga korban pun ikut geram mengetahui akal bulus pelaku dan selingkuhannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kabarnya sang istri ditangkap hari ini, karena di awal penyelidikan banyak kejanggalan dari keterangan pelaku.

“Yang perampokan di sertai pembunuhan di Holtekamp arah kilo 9, ternyata otak nya sang istri sendiri.. Dari awal sudah mencurigakan memang,” cuit akun itu.

Sang istri dan selingkuhannya merancang rencana untuk menghabisi suaminya agar terlihat seperti tragedi perampokan. “4 orang eksekutor nya dari Medan, Sumut,” tulis akun jayapuraupdate.

Diketahui sebelumnya seorang juragan emas tewas ditikam oleh orang tak dikenal di Jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Saat itu, korban Acik pulang ke rumah bersama sang istri Virgita Legina Hellu.

Peristiwa tersebut terjadi, Senin (28/6/2021) malam sekitar pukul 21.30 WIT. Namun saat melintas di Jalan Hanurata, mobil mereka diberhentikan oleh empat orang yang tak dikenal.

Dari keterangan Virgita, saat itu dirinya sedang tertidur dan tiba-tiba terbangun. Ia melihat suaminya sudah diancam dengan pisau oleh 4 orang tidak dikenal.

Mereka diminta menyerahkan barang berharga, akan tetapi korban menolak. Alhasil, para pelaku pun mengancam juragan emas dan istrinya pakai senjata tajam. Pelaku juga meminta barang-barang berharga milik korban, tetapi korban menolak.

“Kemudian korban dianiaya para pelaku dengan menggunakan benda tajam dan mengancam saksi untuk diam,” kata Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Gustav Urbinas, Selasa (29/6/2021) seperti dilansir dari kompas.com.

Saat hendak melindungi korban yang sudah jatuh tersungkur dengan luka pada leher belakang, istri korban mendapat luka di bagian tangan kanannya. Para pelaku pun melarikan diri dan membawa tas milik istri korban.

Saksi tidak mengetahui keempat pelaku kabur dengan menggunakan kendaraan jenis apa lantaran kondisi TKP yang gelap.

Dari keterangan Kapolsek, AKP Jubelina, saat mendapat laporan perampokan tersebut anggotanya langsung mengamankan TKP dan menghubungi mobil jenazah RS Bhayangkara Jayapura.

Satreskrim Polresta Jayapura Kota, yang juga tiba di TKP, telah mengamankan beberapa barang bukti korban. Usai olah TKP, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Selain itu pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan, karena dicurigai ada kemungkinan motif lain di balik kasus ini.

Dari rekaman video yang beredar, korban dan saksi ditolong oleh seorang warga yang melintas di lokasi kejadian yang kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian.

Virgita tampak menangisi jasad sang suami yang sudah tewas meregang nyawa di belakang mobil. Belakangan tau kalau sang istri hanya pura-pura menangis hanya untuk menutupi jejak pembunuhan yang telah dirancangnya sendiri.(tbn/ras)