Plt Direktur, Dewan Pengawas Mengundurkan Diri

oleh

>> PT Alam Wiratama Kencana Jamin Air Datang 24 Jam dan Bisa Langsung Diminum

KARO – Kebobrokan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem semakin parah. Kabar teranyar, Plt Direktur nya, Jonara Tarigan dan Dewan Pengawas Willem Peranginangin yang juga mantan Direktur PDAM Tirta Malem bersamaan mengundurkan diri.

Plt Direktur PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan ketika dikonfirmasi belum lama ini di Kantor Bupati Karo, membenarkan pengunduran dirinya.
Diberitakan, beberapa waktu lalu Direktur PDAM Tirta Malem Arvino Amsyari dicopot dan diberhentikan Bupati Karo akibat perusahaan daerah itu semakin kolap dan menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat, yang kian resah akibat pelayanan yang tak kunjung membaik.

Menyikapi permasalahan suplai air bersih di Kabanjahe dan sekitarnya, PT Alam Wiratama Kencana menjajaki kerjasama dengan Pemkab Karo untuk penyedian air bersih di daerah itu.
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1985 itu ratingnya lagi melejit di Pulau Jawa dan berpengalaman dalam bidang Water and Waste Water Treatment mencoba menawarkan penyediaan air bersih yang dijamin datang ke rumah warga selama 24 jam, bahkan bisa langsung diminum.

BACA JUGA..  Kodim 0204/DS Gelar Pembinaan Jaring Mitra Karib

PT Alam Wiratama Kencana merupakan Authorized Representative Office dari Ultra-Flo, USA yang telah berpengalaman lebih dari 38 tahun dalam dunia Water Treatment dan telah dipergunakan di berbagai negara seperti Australia, China, Thailand, Turkey, Singapura, Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Hal itu diungkapkan salah seorang direktur PT Alam Wiratama Kencana, Rusli Kaban, kepada sejumlah wartawan, Minggu (19/5) jam 13.30 WIB, di Berastagi menyikapi persoalan air bersih di kota Kabanjahe yang dikelola PDAM Tirta Malem sudah puluhan tahun tidak sanggup memenuhi kebutuhan air minum di daerah itu.

“Sejak 1990 kami telah memberikan berbagai macam solusi pengelolaan air untuk industri-industri, diantaranya, Food and Food Processing Industries, Pharmaceutical and Chemical Industries, Textile, Electroplating, Silicon Wafer, Semi-Conductor, Elektronic Industries, Hotels, Resorts, Estates, And Municipal Water, Shopping Mall, Residential and Codominium. Kami juga menggunakan sistem membran, yakni beberapa kunggulan seperti, biaya investasi yang lebih kecil, biaya produksi yang efesien, sistem bersifat modular, meminimalisir human error, kualitas air yang stabil dan prima, membantu menciptakan greenzone dan sistem yang mandiri,” ucap Kaban.

BACA JUGA..  Gubsu Percepat Program Puskesmas Rawat Inap untuk Daerah Terpencil 

Sumber air yang bisa diolah dan dikelola oleh PT Alam Wiratama Kencana, yakni air baku, air sungai, air danau dan air laut dengan menggunakan tehknologi mutakhir dari Amerika dan Arab.

“Dengan mesin dan tekhnologi itu, Air Sungai Lau Biang di seputaran Laudah, Kabanjahe bisa dimanfaatkan menyuplai air bersih, bahkan dipastikan air berlimpah, selama 24 jam air datang ke rumah-rumah pelanggan,” imbuhnya,

Pengolahan air minum yang dikelola PT Alam Wiratama Kencana, diantaranya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta sejak tahun 2016, Wisma Bidakara, Jakarta sejak 2014, Galaxi Mall, Surabaya sejak tahun 2010, City Of Tomorrow Mall Surabaya sejak 2010, Hotel JW Marriot, Surabaya, sejak 2009, Pasar Atom Mall Surabaya sejak 2009, Jaya Paragon Hotel Surabaya sejak 2009, PDAM Tarakan, Kalimantan Timur, sejak 2006, PT Multi Sari Makasar sejak tahun 2006, PDAM Buleleng, Singaraja sejak tahun 2004, Pemkab Pamekasan sejak tahun 2002.

BACA JUGA..  Gubernur Sumut Teken MoU PSEL dengan Danantara, Targetkan Medan Raya Bebas Sampah

Masih menurut Rusli Kaban yang juga salah seorang putra daerah, kelahiran desa Bintang Meriah Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo, dirinya merasa prihatin melihat kondisi PDAM Tirta Malem Kabanjahe. ia mengaku merasa tertantang menghadirkan PT Alam Wiratama Kencana di daerah kelahirannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan air minum.

“Seandainya ada kesepahaman dengan Pemkab dan DPRD Karo, kami hanya butuh waktu 5 bulan untuk mengerjakan pembangunan instalasi, mesin dan peralatan pendukung. Pegawai PDAM tetap difungsikan sesuai kebutuhan dengan catatan kami berdayakan dengan manajemen professional, Pemkab Karo hanya menyediakan tanah seluas 1500 meter m2 dekat Laudah,” Beber Rusli Kaban. (ris/tob)