Gudang MinyaKita di Silamosik II Disorot, Bulog Ngaku Resmi Tapi Tak Tahu Alamat Pemasok!

oleh

POSMETRO MEDAN  — Aktivitas bongkar muat ribuan karton minyak goreng merek MinyaKita di Desa Silamosik II, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, yang sempat menuai sorotan publik dan viral di media sosial, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Perum Bulog.

Petugas Operasional Gudang Bulog, Marfin Oscar Gulo, angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa gudang tempat penyimpanan ribuan karton MinyaKita tersebut merupakan fasilitas resmi pilihan Bulog yang difungsikan untuk menyimpan komoditas minyak goreng komersial.

“Gudang itu resmi pilihan Bulog,” ujar Marfin saat dikonfirmasi tim Posmetromedan.com, Kamis, 5 November 2026.

Gudang di Bawah Naungan Bulog, Distribusi Melalui RPK dan Mitra Resmi

Marfin menjelaskan, aktivitas keluar-masuk barang di gudang tersebut dilakukan secara prosedural oleh Rumah Pangan Kita (RPK) serta para mitra pasar yang berada di bawah naungan Bulog. Menurutnya, para mitra terlebih dahulu melakukan pemesanan resmi kepada Bulog sebelum mengambil komoditas tersebut dari lokasi gudang dengan mengantongi izin dari pihak berwenang.

BACA JUGA..  Polsek Medan Baru Hadir Bukan Sekadar Menjaga, tetapi Merangkul dan Mendengar Aspirasi Warga

Terkait kehebohan yang sempat terjadi di tengah masyarakat akibat kurangnya informasi di lapangan, pihak Bulog menyampaikan permohonan maaf. Sebagai langkah antisipasi agar tidak kembali menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman di tengah warga, pihaknya berencana memasang spanduk identitas resmi di lokasi gudang.

“Kami memohon maaf atas viralnya pemberitaan sebelumnya. Ke depan, kami akan segera memasang spanduk di lokasi gudang agar masyarakat mengetahui dengan jelas bahwa gudang tersebut berada di bawah naungan Bulog,” tambahnya.

BACA JUGA..  Tak Kunjung Dibangun Bantuan 10 Unit Rumah di Humbahas dari Gubernur Jabar, Kepala BPKPAD Malah Nyuruh Tanya KDM

Didatangkan 2.500 Karton dari Siantar, Dipasok PT Permata Hijau Sawit

Berdasarkan data operasional yang disampaikan, pasokan MinyaKita tersebut didatangkan langsung dari kawasan Nagapita, Kota Pematangsiantar, dengan total pengiriman mencapai 2.500 karton.

Dari jumlah total tersebut, sebanyak 500 karton disimpan di gudang Lumban Pea, sementara sisanya yang berjumlah 2.000 karton ditempatkan di gudang Silamosik II, Kecamatan Bonatua Lunasi.

Ketika disinggung mengenai asal-usul produsen, Marfin menyebutkan bahwa minyak goreng tersebut bersumber dari PT Permata Hijau Sawit. Kendati demikian, saat dimintai keterangan lebih rinci mengenai alamat pasti dari perusahaan pemasok tersebut, ia mengaku belum mengetahuinya secara mendetail.

BACA JUGA..  Modus Tabrak Keluarga, Komplotan Penjahat Gasak 50 Motor di Sumut

Pengawasan dan Transparansi Tetap Dibutuhkan

Klarifikasi yang disampaikan pihak Bulog ini memberikan titik terang mengenai status legalitas tempat penyimpanan serta mekanisme distribusi kepada mitra-mitra resmi.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa aspek administrasi tata kelola tetap memerlukan verifikasi dokumen yang ketat. Transparansi menyangkut surat jalan, dokumen penerimaan barang, hingga pencatatan penyaluran kepada masyarakat dinilai krusial agar program pangan bersubsidi pemerintah ini tepat sasaran tanpa celah penyimpangan.

Tim Posmetromedan.com mengapresiasi langkah cepat dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh pihak Bulog. Namun, fungsi kontrol sosial dan pengawasan independen akan tetap dikedepankan demi memastikan seluruh rantai distribusi sembako di daerah berjalan secara tertib, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat luas,dm

EDITOR : Putra