POSMETRO MEDAN – Suasana dini hari di Dusun Siarung-arung, Desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, mendadak berubah mencekam.
Ketika sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur, kobaran api tiba-tiba melalap satu unit rumah panggung milik keluarga H. Nababan, Selasa (3/3) sekira pukul 00.30 WIB.
Rumah yang terbuat dari kayu itu berdiri dengan jarak sekitar 10 meter dari bangunan di sebelah kiri dan 5 meter di sebelah kanan.
Modelnya rumah panggung khas zaman dulu—tiang-tiang penyangga menopang bangunan utama, dengan dinding papan yang sudah setahun terakhir menjadi tempat berteduh bagi keluarga kecil tersebut.
Malam itu, H. Nababan tidak berada di rumah. Ia tengah mencari nafkah di luar kota dan dikabarkan akan pulang hari ini.
Di dalam rumah hanya ada sang istri, boru Siringo-siringo, bersama dua anak mereka yang masih berstatus pelajar SMA.
Api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat membesar, membakar hampir seluruh bagian bangunan yang mudah tersulut karena materialnya berbahan kayu.
Kediaman tersebut sebenarnya milik Ompu Torang, mertua korban. Keluarga itu baru sekitar satu tahun menempati rumah tersebut setelah sebelumnya pindah dari Pulau Jawa.
Dalam keseharian, sang istri membantu perekonomian keluarga dengan bertani, sementara suaminya merantau demi mencari penghasilan tambahan.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran pada BPBD setempat, Amudi Situmeang, membenarkan peristiwa itu terjadi saat warga sedang tertidur pulas.
Api yang menyala di tengah sunyi malam membuat warga sekitar terkejut dan berhamburan keluar rumah. Upaya pemadaman dilakukan sesegera mungkin, namun karena konstruksi bangunan berbahan kayu, api cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar. Seluruh perabotan rumah tangga, pakaian, hingga perlengkapan sekolah anak-anak ikut hangus terbakar.
Editor: Oki Budiman











