Api Mengamuk Dini Hari, Dua Bangunan Hangus

oleh
Dua bangunan yang terbakar. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Kobaran api memecah sunyi dini hari di kawasan padat penduduk Jalan Setiabudi, Pasar II, Tanjung Sari, Medan Selayang, Minggu (29/3/2026). Dalam hitungan menit, dua bangunan—sebuah toko grosir dan satu rumah warga—ludes dilalap si jago merah, menyisakan kepanikan, kerugian, dan tanda tanya besar soal penyebabnya.

Peristiwa bermula begitu cepat. Zahrul, anak pemilik toko grosir, baru saja meninggalkan lokasi untuk membeli makanan bersama pekerja. Namun, belum genap lima menit, suasana berubah drastis. Saat kembali, kerumunan warga telah memadati depan toko—dan api sudah membesar dari dalam bangunan.

Upaya nekat dilakukan. Zahrul dan pekerja toko berusaha menerobos masuk, memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tapi isi toko yang didominasi barang mudah terbakar membuat api tak terbendung. Dalam waktu singkat, kobaran merambat ke rumah di sebelahnya, milik Ida Wati.

Di saat yang sama, Ida Wati dan keluarganya tengah terlelap. Teriakan warga menjadi alarm penyelamat. Ia terbangun, keluar rumah, dan mendapati api sudah membesar dari bangunan sebelah.

BACA JUGA..  Dua Terduga Penggali Kabel Optik Telkom Diamankan

Tanpa banyak waktu, ia dan suaminya langsung mengevakuasi seluruh anggota keluarga.

Tak ada korban jiwa dalam insiden ini—sebuah keberuntungan di tengah amukan api. Namun, kerugian materi tak terhindarkan.

Barang dagangan di toko habis tak tersisa, begitu pula harta benda di rumah Ida Wati yang tak sempat diselamatkan.

Empat unit armada pemadam kebakaran dikerahkan. Setelah sekitar satu setengah jam berjibaku, api akhirnya berhasil dijinakkan. Meski begitu, penyebab kebakaran masih menyisakan misteri.

BACA JUGA..  Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 Resmi Dibuka, Pemkab Samosir Pamerkan Produk Unggulan Daerah

Pihak kepolisian menduga sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, kepastian masih menunggu hasil penyelidikan tim Inafis.

Di balik padamnya api, tersisa duka dan trauma. Dalam sekejap, dua bangunan hilang—mengingatkan bahwa bencana bisa datang tanpa tanda, bahkan saat sebagian orang baru saja melangkah pergi, dan yang lain masih terlelap dalam tidur.

Editor : Oki Budiman