Pemilik rumah, Sally Sundari, mengungkapkan bahwa seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun terlihat masuk ke area tempat sembahyang keluarga. Tanpa ragu, pelaku mengambil dua tempat lilin sembahyang berbahan keramik yang berada di lokasi tersebut, lalu pergi meninggalkan rumah.
“Tempat lilin sembahyang terbuat dari keramik dicuri oleh pria yang tidak tahu sopan santun dalam beragama,” ujar Sally, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, pencurian ini merupakan kejadian pertama yang dialami keluarganya. Selama ini lingkungan sekitar dikenal relatif aman, sehingga peristiwa tersebut menimbulkan rasa terkejut sekaligus kekhawatiran di kalangan warga.
“Pagi-pagi mau sembahyang, sudah tidak ada lagi tempat lilinnya. Dilihat di CCTV ternyata dicuri,” ungkapnya.
Sally mengaku tidak mengenali pelaku dan belum mengetahui apakah pria tersebut merupakan warga sekitar atau orang luar yang kebetulan melintas. Hingga kini, pihak keluarga masih berharap pelaku memiliki itikad baik untuk mengembalikan barang yang diambil tanpa harus menempuh jalur hukum.
Viral dan Jadi Pengingat Keamanan Lingkungan
Viralnya rekaman CCTV tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menyayangkan aksi pencurian yang menyasar perlengkapan ibadah, karena dinilai tidak hanya merugikan secara materi tetapi juga melukai nilai toleransi dan rasa hormat antarumat beragama.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memperkuat sistem keamanan rumah seperti pemasangan CCTV tambahan, pencahayaan lingkungan yang memadai, hingga koordinasi ronda malam warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait laporan polisi atas kejadian tersebut. Namun warga berharap pelaku segera teridentifikasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.