Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Wali Kota Tebing Tinggi Melapor ke Poldasu

oleh
oleh
Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih didampingi kuasa hukumnya membuat laporan pengaduan ke Poldasu terkait tuduhan menggunakan ijazah palsu.

POSMETRO MEDAN – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih membuat laporan pengaduan ke Polda Sumut terkait kasus pencemaran nama baik

Dimana, sebuah akun Facebook berinisial AT (@Asmidati_Tobing) dinilai melakukan penyebaran berita bohong melalui unggahan di media sosial, dengan menuding Iman Irdian Saragih menggunakan ijazah palsu.

Laporan yang dilayangkan ke SPKT Polda Sumut tertuang dalam surat bernomor: STTLP/B/301/II/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 23 Februari 2026.

Dari informasi yang dihimpun, pencemaran nama baik pertama diketahui di Jalan Kutilang, Kelurahan Bulian, Kota Tebingtinggi pada 20 Februari 2026.

Saat itu Irdian Saragih mendapat telepon dari seorang saksi memberitahukan adanya salah satu akun Facebook berinisial AT membuat postingan pada akun miliknya yang diposting secara publik.

BACA JUGA..  Tiga Pemuda Geng Motor Diciduk, Diduga Ganja 1 Ons Ikut Disita

Narasi postingannya membuat dugaan fitnah seolah-olah ijazah milik Iman Irdian Saragih adalah ijazah palsu.

AT juga menuliskan kata-kata kasar dan memposting foto-foto ijazah milik Irdian Saragih. Postingan dibuat oleh AT secara berulang kali dengan narasi yang berbeda.

Merasa keberatan atas postingan dan fitnah dari akun Facebook AT, pelapor pun membuat laporan resmi di SPKT Polda Sumut agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya melaporkan akun Facebook berinisial AT dalam dugaan pidana UU ITE terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong,” ujar Irdian didampingi Tim Kuasa Hukum.

BACA JUGA..  Lagi Bantu Atur Lalin, Motor Warga Raib Dicuri

Irdian juga menunjukkan ijazah S1 aslinya beserta skripsi dan transkip nilai yang resmi dikeluarkan oleh PDDikti.

Selain itu, Irdian juga menunjukkan foto-foto wisuda dirinya. Dia menegaskan berkuliah mulai tahun 2004 dan tamat pada 2008, lalu menjalani wisuda pada tahun 2010.

“Saya wisuda tahun 2010 karena saya ada kerjaan di luar provinsi dan sampai Asia Tenggara, Malaysia, Kuala Lumpur,” ujar Irdian yang merupakan Wali Kota Tebingtinggi ini.

Irdian menyayangkan terlapor AT yang tidak melakukan konfirmasi terhadap dirinya sebelum membuat postingan di sosial media.

BACA JUGA..  Ketua Komisi III DPRD Akan Segera Panggil Kadisdik Tebingtinggi Mengenai Pencopotan Kepala SD

“Kepada sahabat saya, saudara saya, warga saya, ini menjadi pembelajaran semuanya, harusnya sebelum mempostingkan dan menyerang, sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan, benar enggak ini, harusnya seperti itu,” katanya.

Kuasa Hukum Pelapor, Ganda Putra Marbun, menegaskan pihaknya akan mengawal laporan kasus pencemaran nama baik Wali Kota Tebingtinggi ini.

“Laporan ini sudah resmi kita buat sesuai KUHP terbaru. Kita dari kuasa hukum akan mengawal laporan ini, agar prosesnya berjalan dengan baik dan tidak ada lagi pencemaran yang berlanjut di kemudian hari sebagaimana yang sudah kita laporkan terhadap akun Facebook inisial AT tersebut,” ujar Ganda.(bbs)