POSMETRO MEDAN – Polrestabes Medan menggerebek kawasan padat penduduk di Jermal VII, Jalan Satria 10, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Hasilnya, delapan orang diamankan dari lokasi. Mereka terdiri dari tujuh laki-laki dan satu perempuan, masing-masing berinisial DP (40), SL (25), RN (26), SA (30), MG (27), YS (36), ET (30), dan FR (50).
Dari penggerebekan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti: empat unit CPU komputer, empat monitor, satu laptop, dua unit CCTV, 20 kotak ponsel, delapan unit ponsel yang disewakan untuk aktivitas judi online, serta beberapa telepon genggam lainnya.
Kepala Bagian Operasional Polrestabes Medan, AKBP Pardamean Hutahaean, mengatakan penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas mencurigakan di lokasi itu.
“Laporan warga menyebutkan tempat tersebut kerap digunakan untuk konsumsi narkoba dan praktik perjudian,” kata Pardamean.
Petugas yang melakukan penyisiran menemukan satu bangunan yang secara khusus digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.
Di dalamnya, polisi menemukan sejumlah alat hisap narkotika (bong). Bangunan tersebut kemudian dirubuhkan dan dibakar di lokasi sebagai bagian dari tindakan tegas aparat.
“Bangunan itu kami musnahkan karena digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba. Bong-bong yang ditemukan juga kami amankan sebagai barang bukti,” ujar Pardamean.
Operasi KRYD diawali dengan apel di Mapolrestabes Medan pada pukul 21.42 WIB, dipimpin langsung oleh AKBP Pardamean Hutahaean dan didampingi Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman.
Sebanyak 253 personel gabungan dikerahkan, melibatkan unsur Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Narkoba, Sat Lantas, serta personel Brimob Polda Sumatera Utara untuk pengamanan dan sterilisasi lokasi.
Tim bergerak menuju sasaran sekitar pukul 22.10 WIB dan tiba di lokasi pukul 22.24 WIB. Sekitar satu jam kemudian, delapan orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kompol Lengkap Suherman menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan pemetaan wilayah rawan berdasarkan informasi intelijen dan laporan masyarakat. “Kami akan terus hadir untuk mencegah titik-titik seperti ini kembali tumbuh,” ujarnya.(tbn)












