POSMETRO MEDAN– Warga keluhkan kinerja Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan yang tak mengangkut sampah dan lumpur usai melakukan pengorekan drainase parit di Jalan Pasar III, Datuk Kabu, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Akibat tumpukan sampah dan lumpur yang tak diangkut selama sebulan itu, jalan menjadi sempit. Bahkan saat banjir sampah dan lumpur yang kemarin dikorek banyak kembali masuk kedalam parit.
“Miris kali kami sebagai masyarakat melihat kinerja Camat, sudah satu bulanan ini sampah dan lumpur korekan parit oleh Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan tak diangkut. Dampaknya jalan menjadi sempit menyusahkan pengguna jalan. Selain itu juga sampah dan lumpur sebagian besar kembali masuk kedalam parit,” ucap Ucok warga Tembung, Senin (1/11/2025).
Warga berharap kepada Bupati Deli Serdang evaluasi Camat Percut Sei Tuan yang buruk dalam kinerja. Belum lagi soal penertiban kios dagangan warga diatas parit dan tepi Jalan Raya Pasar III Datuk Kabu yang di bongkar namun bangunan permanen diatas parit tak dibongkar.
“Penertiban dilakukan sebelumnya juga tebang pilih, hanya kios kios kayu milik pedagang yang dibongkar sedangkan bangunan permanen yang jelas berdiri diatas parit tidak dibongkar. Apa pihak Camat ini terima suap hingga tak dibongkar. Maunya yang adil agar masyarakat tak prasangka pada Camat Percut Sei Tuan,” ucap Warga.
Sementara terkait hal itu, Camat Percut Sei Tuan Ahmad Fitryan Sukri saat coba dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya dan klarifikasi tentang dugaan menerima suap dari pemilik bangunan permanen diatas parit Jalan Pasar III Datuk Kabu Tembung agar tidak di bongkar.
Sukri juga tak menjawab terkait mengapa pihaknya belum juga mengangkat sampah dan tumpukan lumpur drainase yang mengganggu jalan itu.( Wan)
EDITOR : Putra











