POSMETRO MEDAN – Tindakan keji dialami seorang asisten rumah tangga (ART) di Batam. Wanita asal NTT tersebut disiksa, serta disuruh makan kotoran anjing oleh majikannya.
Hal itu diungkap korban Intan Tuwa Begu (22) saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (6/10/2025).
Dalam persidangan, korban mengaku mengalami penyiksaan keji oleh majikannya Roslina dan sesama ART yang juga merupakan saudaranya, Marliyati Louru Peda.
Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Intan mengaku dirinya disiksa hampir setiap hari sejak bekerja di rumah Roslina. Ia menyebut diri tak pernah benar di mata Roslina dan Marliyati. “Saya serba salah di mata mereka,” ujar Intan.
Intan mulai bekerja di rumah Roslina sejak Juni 2024, sementara saudaranya, Marliyati, menyusul bekerja sebulan kemudian.
Awalnya, mereka tinggal di rumah majikan di kawasan Jalan Damar, Sukajadi, Batam, dan perlakuan Roslina masih tergolong baik. Namun setelah berpindah rumah, perlakuan kejam mulai terjadi.
“Waktu tinggal di rumah Sukajadi masih baik, tapi setelah pindah, saya mulai disiksa. Marliyati juga ikut perintah Roslina menyiksa saya,” ungkap Intan.
Penyiksaan yang dialami korban tidak hanya berupa pemukulan dan jambakan rambut, tetapi juga aksi keji lainnya. Korban mengaku pernah disemprot air sambil diikat hingga sulit bernapas, dipaksa tidur di depan kamar mandi karena dianggap kotor, dan dilarang makan sebelum Marliyati.
Lebih sadis lagi, Intan mengaku pernah dipaksa memakan kotoran anjing dan meminum air dari kloset atas perintah Roslina. “Saya telan karena takut dipukul,” katanya lirih.
Menurut kesaksian Intan, Marliyati turut memukulnya karena takut dipukuli oleh Roslina jika menolak perintah. Namun di sisi lain, Intan juga mengaku disiksa Marliyati tanpa perintah dari Roslina.
“Dia (Marliyati) disuruh jaga supaya saya tidak kabur. Kalau dia tidak pukul saya, dia yang akan dipukul. Saya pernah disetrum pakai raket nyamuk dan dipukul di bibir hingga pecah. Mereka juga meninju mata saya sampai lebam,” ujarnya.
Korban juga mengaku sempat diancam akan dibunuh menggunakan pisau oleh Marliyati. Intan menyebut hal itu dilakukan Marliyati karena kesal terhadap dirinya.
“Marliyati pernah mau bunuh saya. Saya dibawa ke kamar mandi untuk menghindari CCTV, diikat pakai tali, dan diancam dengan pisau. Saya juga disuruh sampaikan pesan terakhir ke orang tua di kampung,” ungkap Intan sambil menangis.(dtk)












