Bripka Laode Tewas Ditikam PNS Korem

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Niat hati ingin melerai keributan di rumah tantenya, Bripka Bripka Laode Abdul Salman alias LAS (37) justru meregang nyawa akibat ditikam suami tantenya, Junaido alias JO (43).

 

Diketahui, Bripka Laode Abdul Salman alias LAS (37) merupakan anggota Polres Tolikara, Polda Papua Pegunungan. Sedangkan Junaido alias JO yang tak lain pamannya, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di lingkungan TNI Korem 143/HO Kendari.

 

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu (15/11/2025) di rumah pelaku di Jalan Budi Utomo Lorong Merak, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kendari, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA..  Pesta Malam Berujung Penangkapan, 27 Pengunjung THM Positif Narkotika

 

Korban sengaja datang ke Kendari untuk melatih atlet paralayang yang akan mengikuti turnamen. Saat kejadian, korban menginap di rumah tantenya, istri pelaku.

 

Kebetulan, saat itu terjadi keributan antara pelaku dan istrinya, HA (42) atau tante korban. Bahkan, JU yang diduga dalam pengaruh minuman keras sempat berlari mengejar anaknya, FI (20) sambil membawa parang.

 

Melihat itu, Bripka Laode berusaha melerai, namun malah menjadi korban penikaman dengan senjata tajam jenis badik yang dibawa pelaku. Korban mengalami 11 luka tikaman dan meninggal di tempat kejadian.

BACA JUGA..  HUT Korem 022/PT, Dandim 0204 DS Ziarah Makam Pahlawan

 

Pelaku berhasil diamankan oleh tim resmob Polda Sultra dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan karena mengalami luka. Pelaku mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan korban.

 

Namun pelaku merasa tidak dihargai saat melaksanakan piket jaga. Sang istri disebut tidak mengabari terkait Bripka LAS yang akan tidur di rumah mereka.

BACA JUGA..  Operasi Gabungan TNI–Polri Gagalkan Transaksi Sabu

 

“Saya itu dengan istri saya saling menyayangi. Tapi itulah, di saat saya melaksanakan piket. Ko hargai saya lah. Ada keluarga mau datang,” tuturnya, Minggu (16/11/2025).

 

Kanit Resmob Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sultra, AKP Gayuh Pambudhi Utomo, menjelaskan korban ke Kendari membawa sejumlah atlet paralayang. Korban meminta izin tantenya, HA menginap di rumah.

 

“Korban memiliki keluarga besar di Muna, namun lahir di Jayapura, saat ini bertugas di Polres Tolikara dengan pangkat Bripka,” ungkapnya.(tbn)