Putri Mantan Polisi Disekap-Dianiaya Kenalan Lewat Medsos

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Putri mantan polisi berstatus siswi SMA disekap dan dianiaya pria yang baru dikenalnya di kos-kosan kawasan Jalan Pancing, Medan.

 

Pelaku diketahui bernama M Rio (24), asal Aceh. Sedangkan korban berinisial SY (17). Keduanya berkenalan melalui aplikasi pertemanan. Saat kenalan, pelaku mengaku bernama Putra.

 

Ibu korban, YA (41) menjelaskan bahwa putrinya dijemput pelaku pada Senin (18/8/2025) malam setelah Salat Isya.

 

“Anak saya dijemput di depan gang rumah, lalu dibawa ke kos-kosan. Di situ dia disekap satu malam dan mau diperkosa,” kata YA saat ditemui di RSUD Pirngadi, Kamis (21/8/2025).

BACA JUGA..  Delapan Kali Ayunkan Celurit, Perampok Sadis Akhirnya Ditangkap

 

Mengetahui akan diperkosa, SY berusaha melawan. Namun pelaku memukulinya hingga lebam dan bahkan mengancam akan membunuhnya dengan gunting.

 

SY yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara akhirnya berhasil keluar dari kos-kosan setelah memohon kepada Rio. Selasa (19/8/2025) sore, ia diantar pulang dalam kondisi penuh luka lebam.

 

“Begitu sampai rumah, neneknya ribut melihat wajah anak saya penuh biru-biru. Saya datang dan mengajak melapor ke polisi, tapi anak saya ketakutan,” tutur YA.

BACA JUGA..  Medan Fashion Festival Berujung Korupsi, 4 Terdakwa Dituntut Bervariasi

 

Penangkapan terhadap Rio dilakukan dengan cara memancingnya menggunakan akun perempuan lain di aplikasi serupa. Seorang wanita mengajak Rio berkenalan dan sepakat bertemu di Jalan Selamat, Rabu (20/8/2025) malam.

 

“Anak saya sempat dirawat semalam di rumah. Kami juga bawa ke rumah sakit, tapi tidak bisa ditanggung BPJS. Lalu kami pancing pelaku pakai cewek. Sekitar pukul 22.00 WIB, dia kami tangkap,” ucap YA.

BACA JUGA..  Sidang Illegal Logging Karo Memanas, Saksi: Kayu Ditebang untuk Bangun Gereja

 

Saat ditangkap, Rio sempat melawan dan tidak mengakui perbuatannya. Warga sekitar yang emosi kemudian menghakiminya hingga babak belur sebelum akhirnya diserahkan ke Polrestabes Medan.

 

“Dia melawan, jadi dipukuli warga. Setelah itu kami bawa ke Polres bersama sepeda motornya,” kata YA.

 

Hingga kini pihak keluarga masih menunggu hasil visum dari RSUD Pirngadi untuk memastikan apakah korban benar-benar belum sempat disetubuhi pelaku.

 

“Katanya memang belum sempat, tapi kita tunggu hasil visum biar jelas,” kata YA. (bbs)