POSMETRO MEDAN – Kondisi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Deli Serdang tak menjadi perhatian serius Bupati. Padahal instansi ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi. Dari bencana kebakaran dan sebagainya.
Pemadam Kebakaran Kabupaten Deli Serdang memiliki armada yang sudah tak memenuhi kualitas kinerja yang maximal. Armada yang ada dipala palai dari pada tidak ada. Begitu juga dengan perlengkapan petugas damkar juga masih sangat minim.
Plt Kadis Damkar Deliserdang, Anwar Siregar mengatakan perlu menetapkan Mandatory Spending bagi Belanja Pemerintah untuk damkar dan penyelamatan sebesar 0,5%. hal ini untuk memastikan belanja operasional, gaji petugas pemadam kebakaran, pengadaan sarana dan prasarana, juga peningkatan kompetensi, serta kegiatan penanggulangan kebakaran lainnya.
” Kondisi Damkar yang selama ini dianggap kurang memiliki jenjang karir dan tunjangan yang minim tidak sebanding dengan resiko kerja Damkar, dimana pada saat bertugas besar kemungkinan terpapar berbagai bahaya, belum lagi shift jam kerja yang panjang,” ungkapnya dilansir, Sabtu, 28/6/2025.
Ditambahkan Anwar, bahwa Damkar dihadapkan pada risiko tinggi dan beban kerja yang berat, namun kurang mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang sepadan. Tunjangan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi dan shift jam kerja yang panjang.
” Kurangnya pengakuan ini dapatmenyebabkan penurunan semangat kerja petugas,” ucapnya. ( Wan)
EDITORB) : Rahmad












