Balita Tewas Disambar KA

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Seorang balita berusia dua tahun bernama Rafel tewas disambar kereta api di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan.

Diketahui, Rafel tinggal bersama neneknya, Ratna Wati (56). Saat kejadian pada Selasa (13/5/2025) sore, sang nenek sedang berada di dapur.

Kapolsek Perbaungan, AKP Sunipan Gurusinga, menyampaikan bahwa rumah tempat korban tinggal hanya berjarak sekitar 10 meter dari jalur rel kereta api. Tidak ada pagar pembatas atau pengaman di sekitar lintasan.

“Rumahnya berjarak sekitar 10 meter dari perlintasan kereta api, tanpa ada pagar pengaman,” ujar Sunipan, dalam keterangannya Rabu (14/5/2025).

BACA JUGA..  Insiden Dua Motor: Satu Manuver, Lima Korban

Saat kejadian, neneknya tidak menyadari Rafel ke luar rumah. Di saat bersamaan, kereta api Sribilah jurusan Rantau Prapat-Medan (KA U 54) melintas dan menyambar tubuh korban.

“Korban berada di areal rel tersambar hingga terseret sekitar lima meter. Korban mengalami luka di bagian kaki dan kepala, dan meninggal dunia,” katanya.

Usai kejadian, Polisi yang mendapat laporan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban ke RS Melati Perbaungan. “Peristiwa ini sudah ditangani Polsek Perbaungan, korban meninggal juga sudah diurus pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka,” pungkasnya.

BACA JUGA..  Sapi Kurban Lepas dan Terobos Swimming Pool

Terpisah, KAI sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian tersebut. Hal itu disampaikan Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, M As’ad Habibuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/5/2025).

“Kami kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalan rel demi keselamatan bersama,” katanya.

As’ad menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, diduga korban tertabrak karena kurangnya pengawasan dari orangtuanya. Ia mengingatkan agar orangtua lebih memperhatikan anak-anak mereka dan meminta warga untuk tidak berada di dekat rel saat kereta melintas.

BACA JUGA..  Peternakan Ayam di Galang Ludes Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

Lebih lanjut, As’ad mengungkapkan bahwa saat insiden terjadi, masinis sempat membunyikan klakson untuk memperingatkan pejalan kaki agar menjauh dari rel. Namun, korban tetap tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Masinis berulang kali membunyikan klakson agar pejalan kaki menjauh dari sisi rel, namun tidak diindahkan dan terjadilah temperan. Dari kejadian tersebut, seluruh kru dan penumpang KA (U54) Sribilah Utama selamat,” tandasnya.(bbs)