Relokasi Warga Gaza Dikecam

oleh
oleh

posmetromedan.com – Relokasi warga Gaza mendapat banyak kecaman. Salah satunya dari Presiden Palestina Mahmud Abbas. Abbas “menyatakan penolakan dan kecaman keras terhadap proyek apa pun yang bertujuan untuk menggusur warga kami dari Jalur Gaza”.

Demikian menurut sebuah pernyataan dari kantornya, seraya menambahkan bahwa warga Palestina “tidak akan meninggalkan tanah dan tempat-tempat suci mereka”.

Sebelumnya, Trump mengatakan pada hari Sabtu ia ingin Yordania dan Mesir mengambil warga Palestina dari Gaza, menyarankan “kita bersihkan saja semua itu”.

BACA JUGA..  Swiss Ingin Batasi Populasi Penduduk

Gagasan itu langsung ditolak oleh Yordania. Mesir juga sebelumnya telah menentang segala usulan bahwa warga Gaza dapat dipindahkan ke negara tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kepresidenan Palestina, Abbas mengatakan: “Kami tidak akan membiarkan terulangnya bencana yang menimpa rakyat kami pada tahun 1948 dan 1967.”

Bencana tersebut dikenal oleh warga Palestina sebagai Nakba, atau “malapetaka”, ketika ratusan ribu orang mengungsi selama perang yang bertepatan dengan berdirinya Israel.

BACA JUGA..  Wali Kota di Meksiko Ditembak Mati Mafia

Perang Arab-Israel tahun 1967, di mana Israel menaklukkan Gaza dan Tepi Barat, dikenal sebagai Naksa, atau “kemunduran”, dan menyebabkan beberapa ratus ribu orang lainnya mengungsi dari wilayah tersebut.

Abbas juga menolak apa yang disebutnya “setiap kebijakan yang merusak persatuan tanah Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur”.

BACA JUGA..  Swiss Ingin Batasi Populasi Penduduk

Ia meminta Trump untuk “melanjutkan upayanya untuk mendukung” gencatan senjata di Gaza yang dimulai pada 19 Januari. Dia mengatakan Otoritas Palestina tetap siap untuk mengambil alih pemerintahan di wilayah yang dilanda perang tersebut.(dtk)