posmetromedan.com – Mayat wanita terbungkus plastik kresek ditemukan di bawah pohon pisang menggegerkan warga Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Ibu muda itu diduga adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
Wanita yang ditemukan tewas itu diketahui bernama Unik Margareta (23). Dia ditemukan pada Rabu (30/10/2024) sekitar pukul 04.30 WIB di bawah pohon pisang belakang rumahnya.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah mengatakan mayat tersebut ditemukan oleh warga sekitar setelah subuh. “Diduga pelaku penganiayaan menyebabkan korban meninggal adalah suami korban,” kata Fahmi, Kamis (31/10/2024).
Polisi langsung ke lokasi usai mendapatkan laporan adanya temuan mayat. Di lokasi, polisi mengamankan barang bukti seperti kresek yang digunakan untuk membungkus korban.
“Kami terjunkan tiga unit Resmob untuk melakukan pengejaran pelaku, doakan dalam waktu singkat tertangkap,” tutur Fahmi.
Fahmi menjelaskan, terdapat luka pada tubuh jenazah perempuan dewasa tersebut. Mayat korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyebab meninggalnya korban diduga karena terjadi penganiayaan terlebih-lebih dahulu. Dugaan sementara karena urusan rumah tangga,” jelas Fahmi.
Kepala Dusun Sidorame RT 10, RW 3 Desa Sidorejo Kecamatan Krian, Mohammad Rejo, menyampaikan hal serupa. Dia mengatakan, pihak keluarga mencurigai suami korban.
Sebab, sebelum peristiwa terjadi, antara korban dan diduga pelaku tidak segera tidur hingga larut malam. “Namun setelah ditemukan mayat korban, suaminya malah kabur,” ungkap Rejo.
Sebelumnya, Kapolsek Krian, Kompol Daky Dzul Qornain, mengatakan pihaknya mendapat laporan penemuan jenazah sekitar pukul 05.30 WIB. “(UMI) meninggal dunia dalam keadaan lehernya berdarah di belakang rumah,” kata Daky.
Daky menjelaskan, awalnya salah satu keluarga korban bernama Suprapto (44) hendak memperbaiki pompa air di belakang rumah. Kemudian, ia melihat ada plastik besar berwarna hitam di dekat pompa air tersebut.
“Selanjutnya saksi (Suprapto) membuka plastik besar warna hitam tersebut dan ternyata ada orang tergeletak dalam posisi tengkurap dengan posisi leher belakangnya berdarah,” ucapnya.
Lalu, Suprapto memanggil saudara lainnya bernama Sutriyah Indawati (36) dan Joko Wiyono (43) untuk bersama-sama mengecek mayat yang tertutup plastik besar tersebut.
“(Saat) dibuka ternyata orang tersebut adalah adik dari Sutriyah dan Sutriyah langsung histeris berteriak dan menangis,” kata Daky. Suprapto mencoba mengecek kondisi korban dengan memegang kakinya dan ternyata sudah dalam keadaan dingin.
“Kemudian Suprapto langsung menghubungi Ketua RT yang selanjutnya dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Krian,” ungkapnya.(dtk)











