Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Zainul Amar, diduga menyelewengkan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) .
Dugaan ini muncul karena tidak ada transparansi dalam pengelolaan dana bantuan pemerintah tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati LIRA Agara, M Saleh Selian, kepada posmetromedan pada Rabu (11/9/2024).
Sesuai peruntukannya, Dana BOS dapat dipergunakan untuk berbagai hal seperti membiayai berbagai kebutuhan sekolah seperti pembelian buku-buku pelajaran, pembayaran gaji guru, biaya operasional serta biaya kegiatan ekstrakurikuler.
Meski begitu, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan penggunaan dana BOS harus diinformasikan secara transparan dan akuntabel.
Sumber dana BOS diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dengan besaran dana BOS yang berbeda tergantung jenis dan jenjang pendidikan.
Ketidak-transparan Zainul Kepala sekolah dalam penggunaan dana BOS tahun 2023-2024 LIRA Agara menduga telah terjadi indikasi penyelewengan.
Sebut Saleh, kepsek SDN 1 Tualang dana BOS triwulan satu sampai triwulan tiga Tahun 2024 sudah di tarik dan yang aneh nya hak guru untuk panitia penerimaan siswa baru pada tahun 2024 belum juga di berikan.
Dan terlihat warna depan sekolah sangat pudar dan tidak ada dilakukan pengecekan apapun.
Atas dugaan awal yang mengarah dapat merugikan negara, LIRA meminta agar pihak Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Agara untuk segera menon-aktifkan atau mencopot kepala SDN 1 tualang.
M Saleh Selian meminta polres agara melalui kanit tipikor
untuk segera Lidik Kepsek SDN 1 Tualang terkait Dana BOS yang diduga di kelola tidak transparan.
Posmetromedan mencoba meminta tanggapan Kepala Sekolah SDN 1 Tualang Zainul Amar atas dugaan penggunaan dana BOS yang dianggap tidak transparan,Rabu(11/9/2024).
Sampai berita ini ditayangkan tidak ada jawaban apapun dari kepsek SDN 1Tualang Zainul Amar.
Reporter: Safrizal
EDITOR : Rahmad












