posmetromedan.com – Seorang nelayan ditemukan tewas di bibir pantai Pematang Kuala, Dusun V, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (18/9/2024).
Nelayan bernama Misran (65), warga Dusun V, Desa Pekan Sialang Buah, itu dilaporkan pergi melaut sejak empat hari lalu tepatnya Sabtu (14/9) sekitar pukul 23.00 WIB.
Misran pergi melaut menggunakan kapal tangkap pancing. Biasanya, korban diperkirakan kembali pada Selasa (17/9/2024) sore, namun hingga malam hari korban belum juga tiba di rumah.
Keesokan paginya, pada Rabu pagi (18/9/2024) sekitar pukul 07.30 WIB, tubuh Misran ditemukan oleh nelayan lain di bibir pantai Pematang Kuala.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada keluarga korban yang kemudian melapor kepada pihak berwenang. Mendapatkan laporan masyarakat, personel Sat Pol Airud Polres Sergai bersama tim Inafis dan tim medis yang tiba di lokasi memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.
PS Kasi Humas Polres Sergai Ipda SH Nauli Siregar membenarkan penemuan mayat tersebut. “Korban atas nama Misran meninggal dunia diduga karena tenggelam,” ujarnya.
Jenazah Misran telah dibawa ke rumah duka di Dusun V, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, untuk disemayamkan.
Terpisah, perahu yang ditumpangi tiga nelayan terbalik setelah dihantam ombak besar, di perairan Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (17/9/2024).
Dalam insiden tersebut, satu nelayan tewas, sementara dua lainnya berhasil selamat. Korban tewas diketahui bernama Jufri (67), warga Dusun I, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai.
Sedangkan dua rekannya yang selamat adalah Ali Usman (58 th) warga Dusun IV Desa Sialang Buah, dan Armansyah (34 th) warga Dusun IV, Desa Pekan Sialang Buah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada hari Sabtu (14/9/2024) sekitar pukul 10:00 WIB, ketiga nelayan tersebut berangkat ke laut menggunakan kapal pancing krisi. Mereka melaut sejauh 17 mil dari bibir pantai.
Setelah dua hari di laut, pada Selasa (17/9/2024), mereka memutuskan kembali menuju Kuala Sialang Buah. Namun, ketika berada sekitar 1 mil dari pantai, kapal mereka tiba-tiba dihantam angin kencang dan gelombang besar, yang menyebabkan kapal terbalik.
Korban Jufri sempat tenggelam, namun berhasil diselamatkan oleh rekannya. Sayangnya, saat dibawa ke Puskesmas Sialang Buah, nyawanya tidak tertolong. Tim medis yang memeriksa korban menyatakan bahwa Jufri telah meninggal dunia.
Kasat Pol Air Polres Sergai AKP P. Sitinjak melalui Kasi Humas Ipda SH Nauli Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/2024) malam, membenarkan peristiwa tersebut.
“Satu orang nelayan meninggal dunia. Sebelumnya sempat dilakukan penyelematan dan dibawa ke Puskesmas Sialang Buah. Sedangkan dua nelayan lainnya selamat,” ungkapnya.
Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Dusun I, Desa Pematang Guntung, untuk disemayamkan. (bbs)












