Sindikat Curanmor Disikat 

oleh
Dua pelaku curanmor dan barang bukti hasil curian. (ISTIMEWA/Posmetromedan.com)

POSMETRO MEDAN – Dua orang sindikat curanmor bernama Ismail (44) dan Rasiadi (49) berhasil diringkus personel Polsek Medan Labuhan, Jumat (23/8) sekitar pukul 21.30 WIB.

 Keduanya diduga kuat sebagai anggota sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah meresahkan masyarakat.

 Kepada awak media, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol P.S. Simbolon menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari laporan korban yang kehilangan sepeda motornya akibat aksi pencurian yang dilakukan oleh para tersangka.

 “Pada 1 Agustus 2024 sekitar pukul 03.00 WIB, saat korban melintas di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, korban hendak dibegal oleh tiga orang yang tidak dikenal,” ungkap Kompol P.S Simbolon.

BACA JUGA..  Tawuran Geng Motor Gagal, Dua Orang Ditangkap Bawa Ganja
Dua pelaku curanmor dan barang bukti hasil curian. (ISTIMEWA/Posmetromedan.com)

 “Melihat kejadian itu, tersangka Ismail bersama tiga rekannya yang masih buron berteriak hingga para pelaku begal melarikan diri, meninggalkan korban dan sepeda motornya. Namun, bukannya membantu, Ismail dan rekan-rekannya justru mengambil dan membawa kabur sepeda motor korban,” sambungnya.

 Setelah menerima laporan, pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.

 Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Ismail bersama tiga rekannya yang berinisial A, AG, dan R, yang saat ini masih dalam pengejaran, terlibat dalam aksi tersebut.

BACA JUGA..  Pemilik Lengah, Honda CRF Disorong Maling

 “Kami segera melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tersangka Ismail. Dari hasil interogasi, Ismail mengakui perbuatannya dan mengungkap bahwa sepeda motor hasil curian telah dijual melalui perantara tersangka Rasiadi,” jelas Kapolsek.

Dua pelaku curanmor dan barang bukti hasil curian. (ISTIMEWA/Posmetromedan.com)

 Polisi pun berhasil menangkap Rasiadi yang berperan sebagai perantara penjualan barang curian. Dari pengakuan Rasiadi, sepeda motor tersebut dijual kepada tersangka lain berinisial RK (DPO) di daerah Hamparan Perak dengan harga Rp5.500.000.

 “Kami telah melakukan upaya pengejaran terhadap RK, namun yang bersangkutan berhasil melarikan diri. Meski demikian, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban yang telah diubah warna catnya menjadi merah,” ujar Kompol P.S. Simbolon.

BACA JUGA..  Modus Nebeng Motor Berujung Penipuan, Pemuda 18 Tahun Ditangkap

 Dari hasil pemeriksaan, diketahui pembagian hasil penjualan sepeda motor tersebut, dimana Ismail menerima Rp1.000.000, Rasiadi Rp500.000, sementara sisanya dibagi ke A, AG, dan R.

 “Saat ini, kedua tersangka tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan kami terus memburu tersangka lain yang masih buron. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun,” tutup Kapolsek Medan Labuhan.

Sumber : Random
Editor : Oki Budiman