Pendiri Telegram Ditangkap Prancis

oleh
oleh

posmetromedan.com – Pendiri Telegram, Pavel Durov ditangkap di bandara di Le Bourget, pinggiran timur laut Paris, Prancis, Sabtu (24/8/2024).

Durov, yang juga memegang kewarganegaraan Prancis, ditahan saat turun dari pesawat pribadi yang dilaporkan tiba dari Azerbaijan. Miliarder berdarah Rusia itu dicari oleh otoritas Prancis karena keterlibatannya dalam penyelidikan kejahatan terhadap anak di bawah umur.

Penangkapan Durov dilakukan berdasarkan permintaan dari departemen Prancis yang bertanggung jawab untuk memerangi kejahatan sejenis. Menurut media Prancis, pengadilan negara itu percaya bahwa ada sejumlah alasan–termasuk penolakan Telegram untuk bekerja sama dengan otoritas negara itu–yang membuat Durov terlibat dalam sejumlah kejahatan.

BACA JUGA..  3 WNI Ditangkap di Makkah

Pengusaha berusia 39 tahun itu menghadapi sejumlah dakwaan pada Minggu (25/8/2024). Dakwan yang dituduhkan kepadanya mencakup terorisme, perdagangan narkoba, penipuan, dan pencucian uang.

Jurnalis Prancis, Cyrille Amoursky mengatakan, Durov terancam menghadapi hukuman 20 tahun penjara di negara itu. “Dia menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara, dan dia akan hadir di pengadilan besok malam,” kata jurnalis itu di X.

BACA JUGA..  4 WNI Disandera Bajak Laut Somalia

Durov selama ini berdomisili di Dubai. Ia telah menjadi warga negara Prancis sejak Agustus 2021. Durov, yang juga pendiri jejaring sosial VKontakte, meninggalkan Rusia pada 2014 setelah ia menolak membagikan data pengguna VKontakte dengan lembaga keamanan Rusia.

Rusia kemudian gagal memblokir Telegram karena menolak untuk menyediakan komunikasi daring pengguna kepada lembaga keamanan negara.

Usai Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022, Telegram menjadi sumber utama konten yang tidak difilter, dan terkadang vulgar dan menyesatkan, dari kedua belah pihak tentang perang dan politik seputar konflik tersebut.

BACA JUGA..  Kapal Pesiar Miliarder Rusia Aman Lintasi Selat Hormuz

Aplikasi tersebut telah menjadi sarana komunikasi pilihan bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan para pejabatnya. Kremlin dan pemerintah Rusia juga menggunakannya untuk menyebarkan berita mereka.

Durov, yang kekayaannya ditaksir oleh Forbes sebesar US$15,5 miliar, mengatakan beberapa pemerintah telah berupaya menekannya, tetapi aplikasi tersebut, yang kini memiliki 900 juta pengguna aktif, harus tetap menjadi “platform netral” dan bukan “pemain dalam geopolitik.”(bbs)