Komisi IV DPR RI Kunker ke Agara

oleh
Foto bersama anggota DPR RI dan masyarakat Kutacane dalam reses Komisi IV

Posmetromedan.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja reses masa sidang tahun 2023-2024 ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Kunjungan kerja reses selama di Provinsi Aceh, Senin hingga Jumat (15-19), sebagai ketua tim, Budhy Setiawan dari Partai Golkar, Drs. Djarot Saiful Hidayat M.Si anggota dari F-PDIP, HM Salim Fakhry, SE, MM anggota dari Partai Golkar.

Selanjutnya, Alien Mus dari Partai Golkar, Ir Endro Harmoni M, BA dari Partai Gerindra, H. Muhtarom, S.Sos, dari PKB, Edward Tanur SH, dari PKB, H. Selamet dari PKS, Dr H Hermanto, SE, MM dari PKS, KH Asep A. Maoshul Affandy S.Sos dari PPP.

Kemudian, Aris Munandar Setkom IV, Mamat Syamsudin Setkom IV, Muhammad Satryo Pramuka Setkom IV, Nurul Firdausi tenaga ahli, Arni Syawal S.Hut, M.Si tenaga ahli, Naefuroji Medtaksos, Mario Antonius H. TVRI parlemen.

Sambutan dari Pj. Bupati Agara yang di sampaikan oleh Sekda Kab. Agara Yusrizal, ST, M.Si., yaitu,”Mengawali sambutan ini atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Aceh tenggara Saya mengucapkan selamat datang kepada anggota komisi IV DPR RI dan seluruh rombongan di tanah alas sepakat segenap ini kiranya kunjung ini juga dapat membawa berkat dan rahmat bagi daerah untuk meningkatkan produktivitas efisiensi dan nilai tambah perikanan budidaya.

 

Kunjungan kerja reses komisi IV DPR RI di kabupaten Aceh tenggara pada hari ini berkaitan dengan pengembangan balai benih ikan Lawe bekung di kabupaten Aceh tenggara terkait hal tersebut dapat saya sampaikan gambaran mengenai kawasan budidaya di kabupaten Aceh tenggara dan BBI (Balai Beni Ikan Lawe bekong) pada khususnya.

 

Kabupaten Aceh tenggara memiliki luas 4.242,04 km terdiri dari 16 kecamatan lokasi kolam budidaya ikan yang terbesar di tiga kecamatan sentra utama produksi perikanan budaya yaitu kecamatan Lawe bulan, kecamatan deleng Pokhkisen dan kecamatan darul Hasanah dengan komoditas utama ikan mas dan ikan nila total produksi perikanan budidaya pada tahun 2023 adalah 2.4 34 ton.

Tugas dan tanggung jawab dinas perikanan mengakomodir dan mengembangkan sektor perikanan baik perikanan budidaya pengolahan hasil perikanan dan penangkapan di perairan umum darat sektor perikanan budidaya merupakan ujung tombak yang terus dilakukan pembinaan dan penyuluhan baik dari regulasi dan penyediaan bantuan sarana dan prasarana pembudidayaan dengan upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun keluar daerah.

 

Untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dinas perikanan melakukan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana budaya perikanan, penyediaan benih dan calon induk ikan unggul serta pengembangan kapasitas pembudidaya ikan dan peningkatan kapasitas pembudidayaan ikan dalam proses penyediaan benih dan calon induk ikan unggul dinas perikanan pemilik balai benih ikan BBI (Balai Benih Ikan) atau sering disebut dengan BBI Lawe bekung, yang hasil produksinya dibagikan kepada unit pembenihan rakyat (UPR) dan kelompok pembudidayaan ikan yang ada di kabupaten Aceh tenggara.

Balai benih ikan (BBI) Balai Benih Ikan Lawe bekung didirikan pertama kali pada tahun 1986 dengan luas 4,5 hektar untuk penyediaan benih ikan unggul dan calon induk ikan yang berkualitas dan bermutu BBI ( Balai Benih Ikan) juga berperan dalam hal pembinaan unit pembenihan rakyat (UPR) yang ada di kabupaten Aceh tenggara, seiring waktu balai benih ikan (BBI) Nawi bekung juga bekerjasama dengan universitas dan SMK perikanan yang ada di provinsi Aceh sebagai sarana edukasi, pelatihan, magang dan penelitian

Dengan didasari oleh kebijakan pengadaan benih yang bertumpu pada (UPR) maka meningkatnya permintaan benih akan membuka peluang kepada UPR untuk meningkatkan peranannya namun karena keterbatasan kemampuan UPR sebagai usaha yang berskala kecil maka pembangunan upr masih memerlukan bimbingan dan pembinaan inilah yang mendasari berdirinya BBI Lawe Bekung.

Sehingga sektor perikanan merupakan salah satu sektor strategis yang berperan sebagai mesin penggerak perekonomian di kabupaten Aceh tenggara perhatian komisi IV DPR RI kepada kabupaten Aceh tenggara sangat kami rasakan dengan adanya sejumlah bantuan pada tahun 2024 melalui aspirasi anggota komisi IV DPR RI bapak H. M. Salim Fakhri, SE.MM., yakni rehabilitas unit pembenihan saluran dan kolam, penyediaan calon induk unggul dan pakan, penyediaan sarana dan prasarana budaya ikan mas dan lele kepada 5 kelompok pembudayaan ikan untuk itu atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten Aceh tenggara.

Kedatangan tim dari Komisi IV DPR RI disambut dengan ramah tamah oleh Sekda, Yusrizal, ST mewakili Pj Bupati Agara, Drs. Syakir, M.Si, Forkopimda serta sejumlah pejabat Aceh Tenggara lainnya di Pendopo Bupati, Senin (15/7) sore.

Seusai berbincang-bincang bersama Forkopimda, tim Komisi IV langsung menuju kediaman HM Salim Fakhry sekaligus makan malam bersama.

Anggota Komisi IV HM Salim Fakhry, SE, MM mengatakan, sejumlah agenda kegiatan dilakukan selama kunjungan tersebut pada Selasa (16/7) termasuk peninjauan dan diskusi terkait perkembangan benih ikan di Lawe Bekung. Setelah itu meninjau dan diskusi mengenai strategi konservasi di Taman Nasional Gunung Leuser, dilanjutkan di Oproom Setdakab, diskusi mengenai penyaluran pupuk bersubsidi.

Pada hari berikutnya, mengenai penanganan Konflik Manusia-Satwa Liar Gajah Taman Nasional Gunung Leuser, setelah itu langsung nenuju lokasi Panen Raya Jagung di Kecamatan Babul Makmur.

Diharapkan kunjungan reses Anggota Komisi IV DPR RI ke Aceh Tenggara dapat memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pertanian, pangan, kelautan, dan kehutanan, yang menjadi fokus tugas Komisi IV DPR RI, sebutnya.

REPORTER : Abadi Selian

EDITOR : Rahmad