Gangster Wanita India Bikin Heboh

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Gangster wanita baru-baru ini melejit setelah menjadi pemberitaan utama terkait kasus pembunuhan di India bagian utara.

Wanita-wanita yang menjadi gangster di India dilaporkan terampil dalam melakukan pengintaian, menjadi honey-trap atau perangkap madu, dan sesekali melakukan aksi tembak mati.

Seperti dilansir RT.com, Rabu (24/7/2024), wilayah India bagian utara telah sejak lama dikenal dengan kekerasannya, seperti ditunjukkan oleh para petempur dan pegulatnya.

Akhir-akhir ini, wilayah itu menjadi terkenal karena gangster wanitanya.

Maraknya keterlibatan gangster wanita dalam tindak kejahatan keji diawali dengan pembunuhan seorang penyanyi dan rapper bernama Shubhdeep Singh Sidhu, yang dikenal dengan nama panggung Sidhu Moose Wala, pada Mei 2022 lalu.

Sosok Moose Wala menjadi kontroversial karena lirik lagunya dan tahun 2020, dia dituduh mempromosikan budaya senjata dalam lagunya.

BACA JUGA..  Belum Sempat Balapan, 39 Motor Knalpot Brong Diamankan

Pembunuhan Moose Wala diduga didalangi oleh geng kriminal pimpinan Lawrence Bishnoi, yang sangat terkenal di India.

Pada Maret tahun ini, Kepolisian Chandigarh menangkap Pooja Sharma dan dua rekannya, setelah menggagalkan rencana kriminal menargetkan musuh bebuyutan geng Bishnoi.

Selama interogasi, Sharma mengakui dirinya bergabung dengan geng tersebut karena terpesona oleh kepribadian Bishnoi.

Sumber-sumber kepolisian setempat mengatakan kepada RT bahwa geng-geng kriminal di India merekrut wanita-wanita muda yang tertarik pada kejahatan.

Pekerjaan mereka disebut tidak terbatas pada pengintaian atau menjadi honey-trap untuk menjebak target, tapi terkadang ditugaskan untuk menembak langsung.

Divyanjali V, seorang psikiater forensik yang tinggal di Lucknow, Uttar Pradesh, meyakini bahwa patriarki berkontribusi pada keputusan perempuan untuk terjun ke dalam aktivitas kriminal.

BACA JUGA..  Ikuti Rakor Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi, Rico Waas Tandatangani Komitmen Bersama

“Kita mengetahui bahwa ada banyak kejahatan terhadap perempuan karena mereka secara biologis lebih rentan. Perempuan telah menjadi subjek patriarki selama berabad-abad dan mereka terus merasa terpuruk,” sebutnya.

Shantadevi Patkar, yang dijuluki “Ratu Narkoba Mumbai”, menjadi salah satu contohnya.

Dilaporkan bahwa Patkar yang memiliki seorang suami yang kasar dan kejam terdorong terjun ke dunia kriminal, dengan gagasan menghasilkan uang melalui penjualan narkoba.

Divyanjalni menilai bahwa sebagian besar kejahatan tampak rasional bagi pelakunya karena mereka mencari kehidupan yang lebih baik,

atau melarikan diri dari situasi yang buruk. Situasi itu juga berlaku untuk para penjahat perempuan.

“Mereka mempercayai hal itu dibenarkan dan akan membuat mereka merasa lebih baik, karena kejahatanlah yang merusak mereka. Trauma atau kejadian apa pun yang terjadi sebelumnya bisa menjadi motivator. Itu bisa menjadi emosi yang kuat, seperti cinta,” ucapnya.

BACA JUGA..  Undercover Buy Berujung Bui, Pemilik 39 Amp Ganja Pindah Tidur

Ravindra B Vaidya, selaku pendiri dan presiden Aksi Sukarela untuk Rehabilitasi dan Pembangunan (VARHAD) — organisasi nirlaba memperjuangkan akses keadilan bagi narapidana, mengatakan kepada RT bahwa gangster wanita lebih banyak ditemukan di kota-kota besar.

“Pola kejahatan berbeda-beda tergantung pada wilayah geografis dan terdapat perbedaan besar antara kejahatan di kota-kota besar dan kota kecil di pedesaan India,” jelasnya.

Mayoritas narapidana perempuan yang ditangani VARHAD merupakan pelaku pertama kali yang dituduh membunuh pasangannya sebagai respons atas kekerasan dalam rumah tangga.

Namun, menurut Vaidya, perempuan yang terlibat kejahatan terorganisir atau geng kriminal mungkin memiliki alasan lain.(net)