Posmetromedan.com – Harapan Gultom ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Aekpogos, Harangan Ganjang, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Senin (29/4) lalu.
Petani berusia 52 tahun itu diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan saat berada di dekat atau di dalam air.
“Harapan Gultom awalnya pergi memancing pada Minggu (28/4), dan tidak kunjung pulang hingga larut malam,” jelas Plt Kapolsek Dolok Panribuan, AKP Rudi Panjaitan, Rabu (1/5).
“Kekhawatiran keluarga, akhirnya keluarga (korban) mencari malam itu juga dan dilanjutkan keesokan harinya dengan bantuan pihak Polsek Dolok Panribuan serta masyarakat setempat,” sambung Rudi.
Masih keterangan AKP Rudi, pihak keluarga korban tidak ingin melakukan autopsi terhadap jenazah karena yakin penyebab kematiannya adalah kecelakaan, bukan tindak kejahatan.
“Setelah menyisir sungai, mayat Harapan Gultom ditemukan dalam kondisi kaku, diduga kuat akibat serangan epilepsi yang ia derita,” papar Rudi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Semua bukti dan keterangan yang dikumpulkan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau kejahatan yang menyebabkan kematian Harapan Gultom,” tutupnya.
Kini, jenazah Harapan Gultom telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (*)
Reporter: Oki
Editor: M.Tobing












