PERUMAHAN WEB

Gugatan Nina Wati Ditolak, Kejatisu Diminta Serius Tangani Berkas Penipu Masuk Akpol

oleh
Kuasa hukum Afnir alias Menir, Ranto Sibarani SH (dua dari kanan) dan rekan saat memberikan keterangan pers terkait diterimanya eksepsi mereka oleh Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam. (Maranatha Tobing/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Gugatan perdata Nina Wati ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam. Berdasarkan putusan itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara diminta lebih serius menangani perkara tipu gelar modus masuk Taruna Akpol dengan tersangka Nina Wati.

Desakan ini disampaikan Afnir alias Menir yang menjadi salah satu korban melalui kuasa hukumnya Ranto Sibarani SH.

Ranto Sibarani SH menjelaskan, Afnir mengadukan Nina Nati karena menjadi korban penipuan hingga Rp 1,3 miliar ke Polda Sumatera Utara. Namun, dalam proses hukumnya Nina Wati menggugat laporan tersebut ke PN Lubuk Pakam agar kasus tersebut menjadi kasus perdata bukan pidana.

“Namun saat ini pada selasa 21 Mei 2024, PN Lubuk Pakan telah mengabulkan eksepsi dari Afnir dimana PN Lubuk Pakam menyatakan tidak berwenang menangani gugatan tersebut,” kata Ranto kepada wartawan, Rabu (22/5).

BACA JUGA..  Pengendali Sabu Gol, Barbutnya 2,34 Gram

Dengan dikabulkannya eksepsi Afnir, maka Ranto berharap pihak kejaksaan dapat lebih serius menangani perkara ini. Harapan ini disampaikannya karena hingga saat ini, berkas perkara Nina Wati masih dinyatakan belum lengkap. Hal ini membuat Nina Wati saat ini tidak ditahan lagi karena sudah melewati batas waktu penahanan selama 60 hari.

“Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi untuk mengungkap dugaan penipuan ini. Karena itu peran Kejati Sumut sangat penting dalam menentukan berkasnya sudah lengkap atau belum,” ujarnya.

BACA JUGA..  Penjudi Asal Kutalimbaru Nginap di Penjara

“Ninawati bukan bebas dari penjara karena dia tidak terbukti bersalah. Melainkan, karena masa penahanannya habis di Polda Sumut setelah 60 hari ditahan dan tidak diperpanjang kejaksaan. Sedangkan Dit Reskrimum Polda Sumut sampai saat ini belum menghentikan kasusnya dan berupaya melengkapi petunjuk jaksa,” terangnya.

Kami menyampaikan peran Kejati Sumut sangat penting dalam menentukan berkas dari kepolisian yang sudah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap dugaan penipuan ini. Sebab, kejaksaan lah yang memutuskan lengkap atau tidaknya berkas perkara tersebut,” pintanya.

Meski Nina Wati sudah tak menjadi tahanan dalam kasus modus memasukkan Taruna Akpol, Ranto tetap mengapresiasi Polda Sumut karena terus berupaya melengkapi petunjuk dari jaksa. Apalagi, polisi juga sudah memeriksa puluhan saksi untuk melengkapi dan mengumpulkan alat bukti

BACA JUGA..  Senpi Personel Polres Tanjungbalai Dilakukan Pengecekan 

Untuk diketahui, penyidik Dit Reskrimum Polda Sumut membebaskan masa penahanan tersangka Nina Nati dalam kasus dugaan tipu gelap modus masuk Taruna Akpol yang dilaporkan korban Afnir karena masih berupaya mengumpulkan alat bukti berdasarkan petunjuk jaksa.

Namun, tersangka Nina Wati kembali ditahan Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut dalam kasus dugaan tipu gelap yang dilaporkan Henry Dumanter.

Hal itu pun dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. (*)

Reporter/editor: Maranatha Tobing