SDN 1 Semadam Tidak Layak Dipakai, Kadis Dikbud Agara Dianggap Lalai

oleh
Bangunan SDN 1 Semadam, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, yang sudah tidak layak dipakai. (Safrizal/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Aceh Tenggara dianggap lalai dan melakukan pembiaran terhadap bangunan sekolah dan mobiler pendukung lainnya. Sekolah yang tidak terusus tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1Semadam, Kecamatan Semadam.

Pantauan wartawan media ini, kondisi bangunan dan pendukung lainnya di SDN 1 itu jauh dari kata layak.

Sebanyak enam ruangan rusak, kaca jendela ruangan kelas pada pecah serta warna cat sekolah sudah sangat buram. Satu dari enam ruangan belajar yang rusak adalah kelas V. Seng di kelas ini bocor. Setiap hujan turun seluruh sudut ruangan basah.

BACA JUGA..  Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Seorang wali siswa yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, sekolah SDN 1 Semadam sudah berdiri selama puluhan tahun lebih. Namun kondisi bangunannya cukup kita sayangkan tidak ada perhatian dari pihak pemerintah tidak ada perbaikan apapun saya lihat.

Yang cukup disayangkan kalau hujan turun air hujan masuk ke dalam kelas dan siswa terganggu proses belajar.

“Kita minta pemerintah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan supaya segera melakukan perbaikan sekolah SDN 1 Semadam supaya siswa dalam melakukan proses belajar lebih nyaman.
Karena Pemerintah wajib menyedikan layanan pendidikan yang bermutu bagi warganya. Saya bersama dengan masyarakat lain berharap agar sekolah ini bisa diperhatikan dan diperbaiki dengan bagus,” harapnya.

BACA JUGA..  Proyek Irigasi Gagal Penyebab Banjir Akhirnya Ditutup

Dana Bos Rp.100 Juta Tidak Cukup

Sementara terpisah, Kepala sekolah SDN 1 Semadam Siti Rasinah kepada Posmetromedan.com pada Kamis (18/4/2024) di ruang kerjanya mengaku sudah sudah empat kali mengusulkan untuk perbaikan sekolah SDN 1 Semadam. Tapi katanya, sampai sekarang proposal usulan perbaikan itu belum terpenuhi oleh dinas Dikbud dan saya tidak tahu apa sebabnya.

“Yang cukup disayangkan seperti ruangan kelas V seng pada bocor apa lagi kalau hujan turun air hujan masuk ke dalam lokal karena sekolah kita rendah dan sudah jelas proses belajar terganggu dan terpaksa siswa kita pulangkan cepat,” ujar ibu yang sudah 2 tahun menduduki jabatan Kepsek di sekolah tersebut.

BACA JUGA..  Genjot PAD Lewat Creative Financing, Pemprov Sumut Paparkan Inovasi Pajak dan Optimalisasi Aset ke Kemendagri

Masih Siti Ranisah, katanya, jumlah siswa SDN 1 Semadam sebanyak 120 anak didik. Sementara dana BOS yang dikelola satu tahun hanya Rp.100 juta dengan empat kali penarikan. “sekali penarikan Rp.25 juta tidak cukup untuk perbaikan sekolah karena dari dana Bos kita bayar gaji guru honor lagi,” katanya.

“Dan kita minta kepada kepala dinas Dikbud Agara pada tahun ini SDN 1 Semadam bisa diperbaiki seperti sekolah lain. (*)

Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing