PERUMAHAN WEB

Terdakwa Pengedar 10 Gram Sabu Diadili di Pengadilan Negeri Medan

oleh
Sidang kasus penyalahgunaan narkotila jenis Sabu di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (22/11/2023). (Hum.PN Medan for Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com –  Seorang terdakwa pengedar narkotika jenis Sabu bernama Doddi Sanjaya alias Dodi diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pria berusia 45 tahun warga asal Kota Medan tersebut terbukti mengedarkan 10 gram Sabu..

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Aris Sinaga, yang menangkap terdakwa menjadi saksi.

“Penangkapan terdakwa Dodi merupakan pengembangan dari penangkapan terdakwa Zulham (berkas perkara terpisah). Pemberian sabu-sabu kepada Zulham itu dengan sistem dijual kembali untuk bagi hasil,” jelas saksi Aris, dalam sidang yang digelar di ruang sidang Cakra 6, Rabu (6/11).

BACA JUGA..  Pengedar Tertangkap, Boru Harahap Diciduk

Masih keterangan Arus, Zulham diberikan upah sebesar Rp100 ribu per gramnya dari penjualan sabu-sabu tersebut.

“Barang bukti yang didapatkan saat penangkapan berupa 10 gram sabu, mobil dari hasil jual sabu dan sejumlah uang,” papar Aris.

Sementara itu, Daniel Surya Partogi selaku JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan mengatakan, pada 4 Mei 2023 lalu, Polres Pelabuhan Belawan melakukan Gerakan Kampung Narkoba (GKN) di Jalan Abdul Sani Muthalib Komplek Yuka, Kecamatan Medan Marelan

BACA JUGA..  Sat Resnarkoba Polres Tanjung Balai Tangkap Bandar Sabu di Rumah Kosong

Dari GKN tersebut, Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan terdakwa Zulham. Zulham mengaku barang bukti itu dari Doddi Sanjaya dengan sistem bagi hasil.

“Kemudian dilakukanlah pengembangan hingga akhirnya dari hasil pengembangan itu terdakwa Dodi berhasil ditangkap di Jalan Sari Rukun, Gang Saudara, Kecamatan Medan Marelan.

Dalam penangkapan tersebut, polis berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp1,8 juta, gawai, mobil, dan lainnya,” urainya.

BACA JUGA..  Yakinkan Majelis Hakim, Godol Bersumpah Demi Keluarga

Atas perbuatannya itu, Dodi dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing